Hari Sabtu sekolah libur, dan Kara memilih untuk tidur. Gadis itu masih bergelung di atas kasur nyamannya. Di atas kasur sana, mata Kara terpejam, namun bibirnya menampilkan senyuman.
Entah apa yang sedang gadis itu impikan, namun yang pasti itu adalah sebuah mimpi indah.
Atau mungkin saja dia sedang memikirkan kejadian semalam.
Yang dimana, Anka menjadikan Kara sebagai pacarnya...
Tunggu!
Kara tiba-tiba saja bangkit dari tidurnya, gadis dengan wajah kusut khas orang bangun tidur itu menatap dinding kamar dengan ekspresi terkejut.
"Semalam gue mimpi?" Tanya Kara kepada dirinya sendiri.
Kara menepuk-nepuk kedua pipinya menggunakan tangan, gadis yang rambutnya sudah mirip seperti singa itu kemudian mengambil ponselnya yang ada di atas nakas untuk melihat jam.
Di sana menunjukkan pukul tujuh pagi.
Kara menghela napas. Saat ia hendak mengunci hapenya, tiba-tiba ada notifikasi masuk.
Di sana tertera nama 'Waketu Anka'.
Dengan heboh Kara membuka isi pesan yang di kirimkan oleh Anka barusan.
Today
Waketu Anka
|Udah bangun?
"Ehhh?!"
Kara mengernyit heran, tumben sekali Anka mengirimi dia pesan. Dan, kenapa isi pesannya seperti itu?!
Apakah yang semalam itu bukan mimpi?
Karena Kara sangat penasaran dan ingin memastikan, maka Kara memilih untuk bertanya.
Kara Gandari
Apa bener, semalem lo nembak gue?|
Waketu Anka
|lo mati dong kalau gue tembak
Kara Gandari
Bukan gitu!!!|
Maksudnya, nembak dalam konteks lain?|
Waketu Anka
|padahal baru semalem
|tapi lo udah amnesia
|bu pacar abis kepentok pintu?
Kara Gandari
JADI SERIUS?!|
Kok gue ngerasa gue masih jomblo, ya|
Waketu Anka is calling...
Kara panik sendiri melihat layar hapenya, karena Anka menelepon dirinya secara tiba-tiba. Gadis itu kemudian mengangkat telepon itu dengan jantung yang berdebar.
"Ha—"
"Inget baik-baik! Lo itu udah jadi milik gue, Kara Gandari."
Kara memejamkan matanya ketika mendengar suara Anka yang hampir ngegas. Jadi semalam itu bukan mimpi, tetapi beneran terjadi.
Kalau Anka sudah meresmikan Kara sebagai pacarnya.
Wah, Kara masih tidak percaya.
"Cepetan turun, gue di depan. Kita nyari sarapan." Ujar Anka membuyarkan lamunan Kara.
"Heh! Serius?!"
"Kenapa bohong? Gue yakin lo belum masak. Oh, atau baru bangun?"
"KOK GUE MERINDING SIH?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ANKARA (COMPLETE)
TeenfikceKara kira menjadi Ketua Kelas adalah tugas yang sangat mudah. Sehingga ketika ada pemilihan Ketua Kelas ia mengajukan diri dengan percaya diri. Namun ia bersaing dengan Anka, cowok pinter yang katanya cinta sama matematika. Anka ingin menjadi Ketua...
