Kara dan Dimas sudah sampai di depan rumahnya Kara. Kini mereka berdua saling diam. Kara berdiri di samping motor Dimas, sedangkan Dimas masih duduk di atas motornya.
"Mau ngomong apa, Mas?" Tanya Kara memecah keheningan.
Dimas pun melepaskan helm full face nya, ia menyugar rambut hitam gondrongnya ke belakang.
Melihat itu Kara terkekeh, "jangan sok ganteng napa."
"Emang gue ganteng." Kata Dimas santai.
Kara tertawa, "iyain aja biar cepet. Lo mau ngomong apa?" Tanya Kara lagi tidak sabaran.
Dimas menghela napas panjang sebelum menjawab, "jadi gini,"
"Apa?"
"Sabar, bu." Dengus Dimas.
"Iya, iya."
"Gini, tadi tuh gue liat pengumuman lomba dance gitu. Itu lombanya dua mingguan lagi. Tapi ini lomba dance yang berpasangan,"
"Jadi?"
"Gue mau ngajak lo buat ikutan. Lo jadi partner gue. Gimana buketu? Setuju?"
Kara menatap Dimas dengan dahi yang bergelombang, "lo bisa ngedance?" Tanyanya tidak percaya.
Dimas menepuk-nepuk dadanya, "pas TK, gue pernah ikut tari saman!" Ujarnya bangga.
Kara malah tertawa, "eh, serius? Sejak kapan lo bisa nge-dance?"
"Dari dulu juga bisa. Gue bahkan ikut ekskul dance di sekolah."
"Loh, loh? Bukannya lo ikutan futsal?"
"Futsal sama dance, jadi dua buketu Kara." Jawab Dimas dengan sabar.
Kara membulatkan mulutnya, "oh gitu, toh. Tapi gue enggak bisa ngedance, Mas."
"Jangan bercanda, gue sering liat lo joget-joget di kelas."
"Itukan cuman iseng."
"Gue tau lo bisa. Nanti bakalan gue ajarin. Eh, enggak deng. Nanti sama Zella diajarin. Dia temen gue di ekskul dance." Ucap Dimas membuat Kara mengernyit.
"Lah, kenapa enggak sama temen lo aja?"
"Dia enggak mau. Nih, ya buketu. Ini tuh kesempatan kita, kalau kita menang kita bisa banggain sekolah, terus citra kelas 10. C bakalan bagus di mata kepala sekolah. Soalnya ini lombanya bergengsi." Tutur Dimas, masih berusaha untuk membujuk Kara.
Kara terdiam untuk berpikir. Sebenarnya ia tidak jago dalam hal dance. Tetapi Kara mengikuti ekskul cheerleader yang dimana terkadang dia menari bahkan melakukan salto.
Sehingga badannya tidak terlalu kaku jika diajak untuk menari. Kara hanya perlu latihan agar bisa.
Sebenarnya Kara tertarik. Ini adalah pengalaman pertamanya ia diajak lomba dance oleh seseorang. Tidak ada salahnya jika Kara mencoba.
"Ya udah, deh. Kapan mulai latihan?" Putus Kara akhirnya.
Senyuman Dimas pun mengembang, "besok, gimana?" Tanya Dimas, namun ia kemudian menggeleng, "eh, jangan besok. Besok gue ada pertandingan futsal. Jadi lusa aja, ya?"
Kara manggut-manggut, "oke. Eh, besok lo ada pertandingan futsal?"
"Iya."
"Lawan mana?"
"SMA Galaksi. Lo harus nonton, nanti liat gue bakalan cetak gol ampe ratusan." Ucap Dimas dengan pedenya.
Kara mendorong pundak Dimas, "mustahil!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ANKARA (COMPLETE)
Novela JuvenilKara kira menjadi Ketua Kelas adalah tugas yang sangat mudah. Sehingga ketika ada pemilihan Ketua Kelas ia mengajukan diri dengan percaya diri. Namun ia bersaing dengan Anka, cowok pinter yang katanya cinta sama matematika. Anka ingin menjadi Ketua...
