Dua hari berlalu, kehidupan Alexa dan Leo masih seperti biasanya. Alexa yang masih sulit menerima perjodohan dan Leo yang kembali dengan pikiran masa bodohnya.
Disinilah Alexa, di sebuah taman yang tidak jauh dari mansion opanya. Ia terduduk dan termenung memikirkan nasibnya. Seperti inilah Alexa sekarang, terkadang melamun.
Dari jauh, Leo yang tampak berjalan santai melihat Alexa dan menghampirinya.
Leo duduk di samping kursi Alexa. Alexa yang menyadarinya pun menoleh dan menatap Leo tajam.
"Ngapain lo duduk disini?" tanya Alexa
Leo menolehkan kepala menghadap Alexa dan kemudian kembali memandang lurus.
Alexa yang merasa diacuhkan memilih beranjak dari duduknya. Seketika, terasa sebuah tangan menahannya. Alexa memandang sang pelaku dan mengerutkan dahi.
"Duduk." kata Leo singkat
"Apaan sih, gue mau pulang." ucap Alexa sembari berusaha melepaskan tangan Leo
"Duduk!" ucap Leo dengan nada memerintah
Alexa kemudian duduk kembali. Sesaat kemudian Alexa terkejut akibat bahu kanannya tiba-tiba terasa berat.
Alexa melirik dan mendapati Leo tengah bersandar padanya 'GILAAA. NGAPAIN NIH ORANGGGG' batin Alexa
Alexa yang sadar dari lamunannya kemudian berusaha menepis kepala Leo yang bersandar pada bahunya.
"Diem"
"Lo apa apaan sih. Jauhin nggak kepala lo dari bahu gue sekarang!" perintah Alexa
"Berisik" ucap Leo singkat
"Heh, lo ngapain sih nyender-nyender sama gue. Inget deh, kita itu nggak deket! Lagian lo juga selalu anggep gue musuh kan. Ngapain sekarang lo deket deket gue? Minggir.!" oceh Alexa
Leo yang sebelumnya memejamkan mata kemudian membuka matanya perlahan. Ia beralih menatap mata Alexa.
"Gue duduk di sebelah lo. Dan ini berarti kita DEKET!" ucap Leo
"Maksud gue bukan itu paijooo... Kita kan nggak pernah akur. Ada angin apa lo tiba tiba sokk deket sama gue?" sewot Alexa
"Lo cerewet!" sarkas Leo
Alexa yang dibuat dongkol dengan kehadiran Leo memilih bangkit berdiri lagi dan meninggalkan Loe.
Baru beberapa langkah, ia berbalik menghadap Leo yang ternyata menatapnya "Nyebelin banget sih lo jadi manusia. Gue harap lo adalah spesies terakhir dari kalangan manusia menyebalkan yang gue temui di dunia!" teriak Alexa yang kemudian melanjutkan perjalanan meninggalkan Leo.
Tanpa Alex sadari, nyatanya Leo tersenyum penuh arti memandang kepergiannya
Sesampainya di rumah Alexa langsung menuju dapur mengambil minuman dingin yang ada di dalam kulkas.
Ia kemudian melangkahkan kaki duduk di mini bar dapur.
Tak lama, oma datang menghampirinya "Lexa, oma mau minta tolong dong." kata oma
Alexa menoleh memperhatikan oma sembari senyum dan mengerutkan dahi "Minta tolong apa oma?" tanya Alexa
"Anterin kue ke rumah tante Liana."
"Kue? Tumben oma bagi-bagi?"
Oma mencubit lengan Alexa "Enak aja tumben. Oma biasa bagi sama mereka ya. Kamu itu ngomongnya kayak oma pelit aja."
"Hehehe, becanda doang oma."
"Yaudah mau nggak nih?" tanya oma
Alexa mengangguk "Boleh deh. Tapi aku kan nggak tau rumahnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love My Enemy
Teen Fiction"Lo adalah hal terindah yang pernah ada dalam hidup gue, tapi sayangnya lo terlalu sempurna untuk gue miliki" -Leonard De Arbelo Wijaya- "Gue mohon, bertahan buat gue. Lo janji nggak akan ninggalin gue" -Agatha Alexa Louis- Penasaran nggak sih sama...