Gea memijat tengkuk Geri yang sedang muntah-muntah pada tempat sampah tepat didepan tempat berlangsungnya acara
"Lo beneran gapapa? Mau ke rumah sakit aja?" Tawar Gea
"Hoek."
"Lo mual?" Tanya Gea.
Geri mengangguk sekali
"Lo Pusing?"
Sekali lagi Geri mengangguk
"Lo hamil?"
Geri menoleh dengan ekspresi datar "Diem sebelum gue lempar lo pake muntah."
"Gue cuma tanya."
"Pertanyaan lo itu bikin kesel tau gak sih Nda."
"Sekarang tau." Gea memberikan minyak angin didalam tasnya "Belom terlambat buat pergi ke rumah sakit."
"Gue udah janji bakal dateng ke Gibran."
"Lo sakit. Dia bisa maklumin itu. Lagian kenapa tiba-tiba banget sih lo sakit?"
Geri mengusap kasar telinganya "Apa sakit pernah whatsapp lo kalo dia mau dateng?"
"Sensitif banget" Gea cemberut
Geri menyandarkan kepalanya pada pundak Gea "Gue cuma butuh lima menit buat normalin semuanya."
Gea menempatkan telapak tangannya pada kening Geri "Gak panas. Lo yakin lo sakit Ger?"
"Muntah sakit tenggorokan. Kalo lo berfikir gue lakuin ini cuma pengen manja-manjaan sama lo, lo salah besar" gumam Geri
Gea tersenyum lebar lalu memeluk kepala Geri "Kenapa kedengerannya kayak lo beneran pengen manjaan sama gue yah?"
"Kuping lo selalu nangkep sesuatu yang berlawanan." Geri berdiri dan menggenggam tangan Gea.
"Udah gapapa?"
"Hm. Tapi kepala gue masih pusing Nda." Geri membungkuk dengan kedua tangan dilututnya
Gea menangkup pipi Geri dan mencium lelaki itu tepat dibibirnya. Dengan semangat cowok itu berdiri tegak dan merangkul pundak Gea menggiringnya masuk kedalam ballroom.
"Bisa semangat langsung gitu yaa." Ledek Gea
"Lain kali lagi"
"Lain kali pake balok." Gea terkekeh
"Geri Ger" Gea menghentikan langkahnya membuat Geri ikut berhenti "Itu Bams bukan?"
"Mana?"
Gea menunjuk seseorang yang sedang mengobrol dengan pria tua didepan sana "Noh, yang didepan air mancur. Bams kan?"
Geri mengikuti petunjuk Gea dan mengangguk "Kayaknya"
"Bams!" Gea memanggil
Bams menoleh, menatap terkejut pada kedua temannya yang berdiri didekat pintu masuk, lalu menghampirinya
"Lo kok disini Ger?" Tanya Bams
"Yang tunangan rekan kerja gue" jawab Geri
"Kalo lo?" Tanya Gea
"Om Budi yang diundang, cuma gue yang diutus ke sini." Jawab Bams
"Budi bukannya bokap lo?" Bingung Gea
Bams menggeleng "Bukan. Bokapnya Alisha sama Atha."
"Lo, sendiri?"
Bams menatap datar Gea yang barusan bertanya "Pertanyaan bodoh macam apa itu Amanda?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[BUKAN] Couple Goals 2
JugendliteraturSequel [Bukan] Couple Goals "Lo kenapa sih marah-marah mulu?" "Hormon" "Hello, lo tiap hari marah-marah, itu haid apa pendarahan?" Seru Geri pelan Gea nyengir "Lo kan tau, gue sambil berak aja bisa kerja" "Bukan berak, tapi pup" koreksi Geri "Apa be...
![[BUKAN] Couple Goals 2](https://img.wattpad.com/cover/222020813-64-k495505.jpg)