23- Abizar Keanu Mahendra

3.7K 540 97
                                        

Suara bising pisau yang beradu dengan taletan membuat beberapa orang menoleh pada objek yang sedang memotong-motong wortel dalam ukuran besar, ia nampak santai sekalipun merasa hawa panas disekitarnya.

"Wortel lo kegedean Gea"

Gea menoleh, mengusap peluh dikeningnya sebentar dan kembali menatap laki-laki dihadapannya

"Yang makan pasti punya gigi, bisa lah kalo harus ngunyah" jawabnya

Kriss, chef dicafe milik Andien itu tersenyum "Potong wortel itu harus lebih kecil daripada kentang, supaya bisa dimasukin semua, dan mateng bersamaan"

"Kenapa gak terpisah aja? Bisa kan?"

"Bisa. Cuma gak efisien. Lagian tumben sih lo didapur, mana ngerecokin gue mulu lagi, berantem lo yah sama Geri?" Tanya Kriss

Gea diam sebentar dan memikirkan sesuatu "Semalem emang sedikit cekcok sih, tapi, apa itu bisa disebut berantem?"

"Kalo cekcok versi kalian itu disebut berantem, berarti kalian gak pernah akur"

Gea mempeotkan bibirnya "Kak Kriss"

"Hm"

"Nikah yuk" ajak Gea santai

"Ogah"

Kedua mata cantiknya membola, kaget "Kenapa? Gue cantik kok, lo juga pinter masak, cocok tuh sama gue yang doyan makan"

Kriss tetap menggeleng dan mengangkat tangan kirinya, ada cincin dijari manis lelaki itu "Gue udah tunangan dan bakal nikah bentar lagi"

"Dalam islam boleh kak kriss punya istri dua"

"Lo suruh gue poligami disaat gue nikah aja belom?" Heran Kriss "Daripada main-main didapur mending lo keluar sana, jadi barista lagi, atau nggak cuci piring tuh numpuk"

Gea melepas celemek yang dipakainya "Lo fikir gue bakal lakuin apa yang lo suruh setelah lo tolak gue? Big no!"

Gadis dengan bandana putih dikepalanya tersebut keluar dari dapur dan menuju meja no.27, yang sudah diisi oleh seseorang

"Udah lama nunggu?" Sapa Gea dan duduk berhadapan

"Sekitar" gadis itu menatap jam tangannya "15 menit"

"Sorry nunggu lama, bakal keliatan menyedihkan gue kalo duduk disini sendirian, mangkanya stoudy tour ke dapur" jawabnya dengan senyuman dan membuka laptopnya yang penuh dengan foto masa kecil, setelah menyepol asal rambut panjangnya

"Oke, kita langsung aja yah. Eh, udah pesen minum belom?" Tanya Gea

"Belom"

"Mau minum apa?"

"Apaaja yang penting dingin"

Gea mengangguk dan mencari pelayan yang sekiranya berseliweran dihadapannya "Kak Richard!"

"Mau pesen apa mau ngeledek?" Tanya laki-laki keturunan cina tersebut. Sangat paham dengan tabiat putri dari atasannya tersebut

"Pesen"

Richard berjalan mendekat dengan note kecil ditangannya, siap mencatat

"Gue pesen satu yah" pesan Gea ambigu

"Satu apa?"

"Satu sachet gooday freeze"

"Pake air dingin?

"Langsung jadi"

Richard menaikkan kacamata yang dipakainnya menggunakan jari tengah dengan menatap Gea datar, sedangkan yang ditatap hanya tertawa-tawa "Es jeruk satu"

[BUKAN] Couple Goals 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang