22- Harapan dan Mimpi

3.2K 559 31
                                        

Dengan langkah tertatih Geri berjalan mengelilingi sekitar rumah sakit, mencari keberadaan gadisnya. Siapapun yang melintas dihadapannya pasti lelaki itu jegal langkahnya untuk bertanya. Begitupun pada seseorang yang berlarian hendak masuk kedalam sebuah ruangan

"Gibran!" Teriak Geri yang berhasil menghentikan langkah cowok kriting dihadapannya "Lo liat cewek gue gak?"

"Cewek lo disini?"

Geri berdecak jengkel dan berbalik untuk kembali mencari

"Ger, cewek lo disini?" Gibran meren tangkan tangannya menghadang langkah Geri

Kantong infusan yang semula Geri letakkan diatas kepalanya merosot dan dengan sigap menangkapnya, untuk kembali diletakkan diatas kepala

"Iya, kalo ketemu kabarin gue" jawab Geri

"Ini waktunya kah buat lo kenalin dia ke gue?"

"Kayaknya nggak"

Gibran mengangguk "Hm, gue lagi ada pasien"

mendengar itu Geri membolakan matanya dan menendang kuat kaki pria dihadapannya

"Kenapa lo malah disini malih!" Bentaknya

"Pake tong-tong gak?" Canda Gibran ditengah ringisannya

"Apa?"

"Malih kan tong-tong" Gibran berlari lebih dulu sebelum Geri kembali menendangnya

"Bawa cewek lo ke pertunangan sialan itu yah!"

Samar-samar Geri mendengar teriakan Gibran dari kejauhan

Laki-laki dengan selang infus yang menancap ditangan kirinya tersebut kembali mendial nomor kekasihnya. Dering pertama tak mendapat jawaban, begitu juga yang kedua, dan didering ketiga barulah

"Lo dimana?" Tanya Geri langsung pada inti saat panggilan ke 106-nya diangkat

"Ditempat yang ada difikiran lo sekarang"

***

Kedua kaki pendeknya bergerak pelan diatas batang pohon kelapa yang tumbang. Matanya menatap seseorang yang berdiri diatas papan ditengah laut, sedang melakukan surfing dengan hebatnya. Melenggok kesana kemari dengan lihainya, seakan menunjukkan bahwa dirinya bisa menaklukkan lautan.

Gea tak menyangka jika tempat yang dipilihnya untuk 'melarikan diri' ternyata ramai pengunjung, mungkin karena sebentar lagi malam

Lagi-lagi dering ponsel kembali terdengar. Sama seperti sebelumnya, Gea mengabaikan.

Seorang gadis yang melintas dihadapan Gea menoleh padanya "Mbak, hpnya bunyi"

"Emang" jawabnya enteng

"Terus kenapa gak diangkat?"

"Sengaja, biar orang-orang pada tau kalo saya punya hp" jawabnya datar. Gadis itu berlalu seraya menggerutu.

Ponsel Gea kembali bergetar, mau dilempar ke laut sayang, cicilannya masih banyak

Lantaran geram, Gea mengangkat panggilan ketiga dengan masih tetap menatap deburan ombak yang menenangkan jiwa raganya.

"Lo dimana?" Pertanyaan dengan nada khawatir langsung menyapa indera pendengarannya

"Ditempat yang ada difikiran lo sekarang" jawab Gea dan mematikan panggilan mereka.

Gea menunduk menatap ponselnya, membuka aplikasi stopwatch dan menekan tombol start.

"Kita liat, berapa lama dia temuin gue." Jawab Gea "Setelah setengah hidupnya dia abisin buat bareng-bareng sama gue, seharusnya dia bisa sampe dengan cepat"

[BUKAN] Couple Goals 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang