29- Safaringe Gusti Allah

3.5K 706 281
                                        

Chapter 30, 3 hari dari sekarang

***

Gea menemani Andien yang akan belanja bahan makanan dari tukang sayur langganannya "Masih jauh Ma?"

"Kenapa? Capek?"

"Agak gemeter kaki adek Ma" Gea nyengir

"Ini contoh besar pentingnya olahraga"

Gea mengeratkannya pelukannya pada lengan Andien dan menyandarkan kepalanya pada lengan atas wanita itu "Baunya Mama banget. Adek suka aroma mama"

"Cila udah tunangan kalian belom ada pergerakan?" Tanya Andien "Umur makin kurang kalian nunggu apa lagi? Belom cukup main-mainnya? Luangin sedikit waktu kalian buat bicarain masalah ini." Terang Andien "Kamu taukan Mama bahas siapa?"

"Mama, nikah itu ibadah. Kata pak ustadz ibadah jangan buru-buru takutnya nggak khusyu" jawab Gea santai

"Jangan-jangan kamu belom kepikiran buat nikah tahun ini?"

Gea mengangkat kepalanya dan melepaskan rangkulannya dengan perlahan "Mimpi Adek itu nikah muda. Tapi bangun masih siang, masak belom bisa, sama ponakan galak, sama mama berantem mulu, beresin kamar cuma kalo ada temen yang dateng doang, mandi kalo ada acara doang, keramas seminggu sekali, modal ilmu seadanya, sabar belom jelas, liat cowok ganteng langsung melotot, ibadah cuma ramadhan doang. Kalo mikirin semua itu adek berpikir Mah"

"Keluarga macam apa yang bakal gue bangun nantinya? Gimana kalo suami gue nuntut gue buat rajin masak, bangun tidur pagi, rajin beres-beres rumah? Gimana kalo gak ada yang bisa terima kekurangan gue?" Lanjut Gea "Itu yang selalu adek pikirin. Jadi dari pada berfokus sama mimpi, adek lebih fokus ke mempersiapkan diri buat layak dideket seseorang." Lanjutnya

Andien sadar jika pertanyaannya melukai perasaan putrinya. Wanita itu tersenyum dan merangkul lengan Gea dengan akrab "Mama salah ngomong yah? Maaf yah."

"Maksud adek gak gitu" Gea menoleh

Dengan tetap mempertahankan senyumnya Andien mengatakan "Gapapa"

Beberapa ibu-ibu yang sudah lebih dulu memilih sayuran menyapa Andien yang jarang terlihat belanja ditukang sayur keliling

"Sayuran dirumah abis, di supermarket gak bisa dapetin sayuran yang seger dan ijo" jawab Andien saat ditanya tumben belanja sayuran ditukang sayur.

"Sering-sering belanja disini bu, biar akrab juga sama tetangga yang lain." Ujar bu RT yang hanya dibalas dengan senyuman akrab oleh Andien

Andien menoleh kearah putrinya yang diam saja "Adek mau makan apa?"

"Apa yang pengen mama makan."

"Nanti gak dimakan lagi kalo ngikutin selera mama"

"Adek makan apa aja kalo mama lupa" jawab Gea.

"Dewi mau punya menantu yah?" Tanya salah satu ibu-ibu yang sedang memilih wortel

Andien tersenyum "Iya."

"Mau ngelangkahin abangnya?"

"Gatau"

"Padahal kalo dari sunda itu gak boleh ngelangkahin abangnya, pamali kata orang tua jaman dulu tuh"

Andien hanya tersenyum sedangkan Gea gondok setengah mati. Gadis itu lupa jika tukang sayur selalu menjadi tempat yang pas untuk ibu-ibu itu bergosip ria. Selalu ada pembicaraan jika mereka membeli bahan pangan, bahkan Gea yakin ini bukan kali pertama mereka bahas hal ini.

"Gea kapan nih?" Tanya ibu itu lagi, kali ini melempar pertanyaannya pada Gea "Masa mau kalah sama Cila yang masih kecil?"

"Tenang aja bu, saya nikah ibu gak bakal diundang. Jadi jangan sibuk-sibuk tanya kapan nikah" jawab Gea

[BUKAN] Couple Goals 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang