Its my birthday
***
Satu minggu setelah hari pertunangannya akhirnya Geri secara resmi membuka klinik miliknya dengan menyediakan pengobatan gratis, dokter spesialis, ruang bersalin, dan bedah, untuk orang-orang yang membutuhkan namun dalam keadaan sakit.
Sejak dibukanya klinik berinisialkan namanya itu, GE, tak sedikit orang yang terus berdatangan. Karena selain pengobatan gratis, Geri juga menyediakan beberapa makanan dan buah-buahan segar untuk siapapun yang menginginkannya.
"Gak nyangka gue punya temen jiwa sosialnya tinggi."
Geri terkekeh mendengar ledekan teman satu profesinya ditempat dulu ayahnya bekerja "Bangga lo punya gue. Nanti kalo sakit ke sini yah."
"Syaratnya apa?"
"Miskin dulu" Geri terkekeh
"Dokter"
Geri berbalik saat seseorang menyentuh pundaknya, dan tersenyum pada Cica "Apa?"
"Tunangan lo dimana, gue gak liat dari tadi"
"Lo kenal juga" malas Geri
"Gue gak dateng keacara kalian kemaren, jadi gue harus ketemu kak Gea"
"Kenapa?" Geri mengulurkan tangannya "Kasih ke gue kalo mau ngasih undangan"
Cica menerima uluran tangan itu dengan berjabat tangan "Selamet yah"
Geri berdecih sebentar "Lo nyari cewek gue buat ngasih selamat doang?" Melihat Cica yang mengangguk membuat Geri kembali terkekeh "Lo emang punya pemikiran yang luas Cia"
Cica menghela napas panjang dan bergumam seraya berlalu "Lo lupa nama gue lagi."
"Gibran gak kesini?" Geri menatap teman-temannya "Gue gak liat daritadi. Dia juga kayaknya gak dateng keacara gue."
"Gue gatau" jawab Haikal
"Dia balas dendam mungkin karena lo gak dateng waktu itu ke acaranya"
"Iyakah?" Geri mempertimbangkan "Watu itu gue lagi sakit"
"Oya? Sakit apa?"
"Mental" jawab Geri lempeng. Dan sesuai dugaan lelaki itu, teman-temannya menanggapi itu dengan tawa karena berfikir bahwa itu adalah candaan belaka.
"Sella juga gak dateng kayaknya" gumam Geri sebentar. "Sebentar gue coba hubungin Gibran dulu."
Geri sedikit menjauh dari kerumunan karena terlalu berisik. Saat sudah cukup jauh barulah ia menghubungi Gibran, yang langsung diangkat pada dering kedua
"Halo?" Sapa Gibran
"Lo dimana? Gak ke tempat gue?"
"Gue ada urusan, gak bisa kayaknya"
"Lo bener-bener balas dendam sama gue karena dulu gak dateng keacara lo?" Tuduh Geri
"Gak gitu, gue cuma sibuk sedikit."
"Kenapa gue ngerasa kayak gitu?"
"Nggak bangsat." Kekeh Gibran "Gue harus kerja lagi."
"Oke" Geri mengiyakan dan memutuskan sambungan mereka
"Ger"
Geri menoleh dan tersenyum pada Gea yang berjalan mendekat kearahnya "Kenapa?"
"Lo telpon siapa?"
"Gibran"
Gea menempelkan keningnya pada dada Geri.
"Kenapa?" Geri mengusap belakang kepala gadis itu
KAMU SEDANG MEMBACA
[BUKAN] Couple Goals 2
Teen FictionSequel [Bukan] Couple Goals "Lo kenapa sih marah-marah mulu?" "Hormon" "Hello, lo tiap hari marah-marah, itu haid apa pendarahan?" Seru Geri pelan Gea nyengir "Lo kan tau, gue sambil berak aja bisa kerja" "Bukan berak, tapi pup" koreksi Geri "Apa be...
![[BUKAN] Couple Goals 2](https://img.wattpad.com/cover/222020813-64-k495505.jpg)