36- Syal Merah Maroon

3K 621 83
                                        

Selepas mengunjungi Bams, Geri menyempatkan dirinya untuk mengunjungi Rian dirumahnya. Berbekalkan martabak yang keju kesukaan Anna yang ia beli dijalan pulang tadi, lelaki itu masuk kedalam rumah yang pintunya terbuka seperti sengaja menyambutnya.

"Yan" panggil Geri "Ini gue."

"Dikamar mandi!"

Geri berjalan kearah ruang tamu begitu mendengar teriakan Rian. Lelaki itu terkejut melihat Anna yang meringkuk diatas sofa.

"Anna?"

"Hm?" Gadis itu menoleh dengan mata sayunya. Sepertinya Anna hendak pergi tidur jika saja Geri tidak memanggil namanya "Gepa?"

"Hm, ini gepa."

"Gepaaaa" ujarnya manja dengan posisi menghadap Geri.

Meletakkan makanan diatas meja Geri lantas mendekati putrinyaa dan berdiri disisi sofa tempat Anna tertidur.

Gadis itu mendongak dengan tangan terulur keatas ingin memeluk Geri. Perlahan lelaki itu merendahkaan tubuhnya dan masuk kedalam pelukan Anna.

"Kalian ngapain?" Tanya Rian yang baru keluar dari kamar mandi.

Pertanyaan itu tak mendapat jawaban dari siapapun.

"Karena lama gak ketemu mangkanya kangen?" Tanya Rian lagi. Kali ini Geri merespon dengan anggukan kepala.

"Lo beli apa?"

"Anna mau martabak, Gepa bawa yang rasa keju." Gumam Geri pada Anna. Gadis itu menggeleng

"Anna kangen bau gepa"

"Gepa belom mandi lho"

Geri merasa pelukan Anna melonggar setelah mendengar penuturannya. Namun saat Geri hendak meloloskan diri gadis itu justru kembali menguatkannya

Merasa bahwa Anna tak akan melepaskannya, Geri lantas meletakkan kedua tangannya pada punggung Anna dan menggendongnya dengan posisi duduk

"Semakin diliat kalian semakin mirip" ujar Rian dan mencomot martabak pembelian Geri "Warna matanya mirip lo, selera humornya. Cara tidurnya mirip Gea, cara makannya juga mirip Gea. Yang bikin gue gak terima itu dia adek gue lho, yang mirip gue cuma struktur gigi doang. Gue yakin itu cuma ciri kalo dia adek gue, biar ada yang mirip sekalipun cuma gigi."

Geri terkekeh mendengar itu semua "Gue besok libur, gue bawa Anna yah. Libur kan dia besok?"

"Boleh." Rian mengangguk "Apa yang mau lo omongin ke gue?"

"Gue udah mulai tahap menyembuhkan diri sendiri dengan beli buku tentang pernikahan sama dateng ke seminar."

Rian kembali mengangguk "Kerja bagus."

"Ada yang lain?"

"Sejauh ini lo gapapa?"

"Namanya juga masih awal, reaksi dikit kadang terjadi, cuma sekarang gue bisa ngatasin itu semua."

"Orang tua lo tau masalah ini?"

Geri menggeleng "Yang tau cuma Cila. Gue gatau dia sesayang itu sama gue sampe perhatiin sikap gue dan akhirnya tau kalo gue penderita gamophobia"

"Gimanapun juga diaa adek lo."

"Lo bener." Geri tersenyum

Rian berdehem "Seharusnya lo kasih tau orang tua lo atau salah satu dari mereka."

"Ayah banyak fikiran, bunda bakal kepikiran."

"Gue tau itu semua. orangtua lo bisa ngasih bantuan yang benar-benar berarti untuk lo. Kenapa kayak gitu? Karena orang tua lo yang paling tau siapa lo. Mereka yang didik lo dari kecil. Gue tanya, ada yang lebih kenal lo selain bunda-ayah lo? Nggak ada, bahkan Gea sekalipun. Jadi mereka bakal sedikit banyak bisa nebak apa yang buat lo takut untuk menikah."

[BUKAN] Couple Goals 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang