9- Bertemu Kembali

4.6K 641 40
                                        

Kriiiiiiit

Suara gorden yang disibak, juga cahaya matahari yang menerpa wajahnya, tidak membuat seseorang yang masih terlelap diatas kasur terganggu

"Hari sudah siang Geri kampret. Bangun kau bangsat karna waktu. Selamat siang, selamat siang, nanti kan tidur lagi. Terus diganggu lagi"

Dengan nada sumbangnya Gea bernyanyi. Cewek itu mengganti lirik lagu yang dulu sering gea nyanyikan saat hendak belajar di sekolah

"Ger, bangun! Katanya mau nemenin ke pets shop!" Gea menendang kaos kaki Geri yang tergeletak asal diatas lantai, hingga masuk kedalam keranjang pakaian kotor dikamar cowok itu

"Bangun dong, gue udah cantik nih" Gea duduk disisi ranjang Geri dan membuka kaos putih yang menutupi wajah cowok itu

Kebiasaan Geri sejak kecil, yaitu selalu menarik kaos yang dipakainya sampai menutupi wajah lelaki itu. Membiarkan pusernya terpampang nyata dan terkena dinginnya ac

"Satu jam lagi yangg, masih ngantuk" Geri membalik tubuhnya menjadi menghadap Gea, yang semula telentang

"Kelamaan kampang" sentak Gea

"Sini ikut tidur samping gue, pasti sebentar rasanya" Geri menepuk-nepuk tempat kosong disampingnya

"Nanti aja kalo udah nikah"

"Ck!"

Gea mempeotkan bibirnya mendengar Geri berdecak. Cewek dengan kaca mata tanpakaca andalannya tersebut menarik kedua tangan Geri agar terduduk "Bangun dong, cepet. Udah siang ini"

Geri mengerjap dan tersenyum menatap wajah garang Gea dihadapannya

"Pulang jam berapa emang semalem?" Tanya Gea

"Gatau, subuh" jawab Geri ogah-ogahan

"Ngapain?"

"Main gatrik"

"Yang bener kek kalo jawab" kesal Gea

"Yang bener kek kalo nanya"

"Ngebalikin omongan mulu"

"Biar gak gosong" Geri terkekeh dan menyandarkan kepalanya pada pundak Gea

"Sebentar yangg, lima menit" gumamnya samar

Gea membiarkan Geri tertidur kembali dalam pundaknya. Tangannya bergerak pelan mengusap belakang kepala Geri dengan teratur

"Mangkanya kalo abis solat subuh, baca quran, terus mandi." Ucap Gea tanpa menghentikan gerakan tangannya, mengusapi kepala Geri

"Abis itu sholat dhuha, nah baru deh tidur, dzuhur bangun. Terserah sih mau bangun atau nggak" Gea terkekeh "Kalo lo cucu mbah gue, mungkin udah diguyur air dingin seember"

"Untung bukan cucu mbah lo. Gue kan cucunya mbah google" sahut Geri, cowok itu tidak tidur ternyata

"Males juga gue sodaraan sama lo"

"Gue juga males. Karena nantinya gak bisa sama-sama, sama lo"

"Pengen sama-sama, sama gue, tapi selalu ngehindar kalo bahas pernikahan." Cibir Gea

"Mau sampe kapan gini terus? Gak capek ditanya 'Kapan nikah' terus? Gak malu liat temen-temen bawa anak, pake cincin tunangan, mau nikah, udah lamaran, tinggal resepsi."

Tubuh Geri menggigil

"Gak pengen emang punya anak yang lucu? Gak pengen bangun tidur ada yang nemenin disamping lo? Gak pengen masak di masakin? Baju kerja disiapin? Pulang kerja ada yang nyambut? Tidur gak sendirian, lakuin semuanya bareng-bareng. Gak mau apa Ger?" Cerca Gea

[BUKAN] Couple Goals 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang