"Lo tunggu disini, gue gak lama" ujar Geri pada Gea. Lelaki itu meminta Gea menunggu di depan meja reseptionis
Sebelum pergi jalan-jalan, Geri mampir sebentar ke rumah sakit saat Dimas menelponnya, meminta lelaki itu menandatangi surat kuasa. Operasi usus buntu yang seharusnya Geri jalani, harus Dimas yang menjalankan karena Geri sedang ia liburkan.
"Gak, mau ikut lo aja" Gea menyentuh tangan Geri dengan kedua tangannya
"Cuma tanda tangan, gak lama"
"Mau ikut lo aja"
"Mau sekalian diperiksa gak?" Tawar Geri yang masih diselimuti segumpal rasa heran "Gue khawatir urat saraf lo ketekuk atau putus"
"Lo gak suka gue yang kek gini?"
Dengan polos Geri menggeleng "Serem Nda. Berasa lagi jalan sama cewek lain."
"Emang lo sering jalan sama cewek lain?"
Geri menoleh "Apa lagi sekarang?"
"Gue nanya. Emang lo sering jalan sama cewek lain?"
"Barusan gue dicium sama cewek"
Mendengar itu Gea melotot dan mencubit kuat pinggang lelaki disampingnya "Siapa!"
"Harga diri gue berasa, ada, kalo lo perlakuin gue kek gini" ujar Geri geli sendiri, padahal pinggangnya perih
"Siapaa!"
"Anna"
Gea melepaskan tangannya dari pinggang Geri saat ponsel lelaki itu bergetar dalam saku celananya.
Geri merogohnya dan mengangkat panggilan dari Dimas "Kenapa Yah?"
"Assalamualaikum bodoh" komentar Gea pelan. Gadis itu berjongkok tanpa sepengetahuan Geri untuk membetulkan sepatunya karena tidak nyaman.
Sedangkan Geri yang sempat mendengar umpatan Gea meralat sapaannya "Assalamualaikum pak direktur, kenapa?"
Sella keluar dari salah satu ruangan saat melihat Geri melintas dihadapannya. Rasanya sudah lama gadis itu tak melihat Geri berkeliaran disekitar rumah sakit.
Sebelah tangan Geri yang masuk kedalam saku jaketnya membuat Sella tersenyum riang. Gadis itu akan menggunakan ini sebagai alasan untuk menggandeng tangan Geri. Jika Geri marah Sella hanya perlu bilang tak sengaja.
Gea sudah membetulkan kembali sepatunya, dan kini kakinya sudah nyaman sekali. Saat berdiri Gea melihat Geri sudah jauh didepan, bersama Sella dibelakangnya.
Radar Gea menyala saat melihat Sella hendak modus pada mantan pacarnya itu. Buru-buru gadis itu berlari saat Sella sudah berada disamping Geri, dan memasukkan kepalanya pada sela-sela tangan Geri yang tadi lelaki itu masukkan kedalam saku jaketnya. Hal itu otomatis membuat rencana Sella gagal dan Geri terkejut
Geri melirik kepala Gea yang seperti sedang ia rangkul, sadar posisi gadis itu tidak nyaman Geri mengeluarkan tangannya membuat Gea dapat menegakkan punggungnya, namun rangkulan itu tidak Geri lepaskan. Geri hanya tersenyum smirk pada Sella
"Lo mulai ngelewatin batas." Ledek Gea "Gue saranin buat lo tetep digaris lo aja, jangan ambil langkah banyak-banyak kalo gak mau malu pas puter balik"
***
Tempat pertama yang mereka tuju begitu urusan Geri dirumah sakit selesai adalah pantai. Tempat kesukaan Gea, sekaligus saksi bagaimana gadis itu pernah hampir mati karena terseret ombak.
"Ger"
"Hm"
"Kalo gue sama Sella tenggelam, lo bakal selametin siapa duluan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[BUKAN] Couple Goals 2
Teen FictionSequel [Bukan] Couple Goals "Lo kenapa sih marah-marah mulu?" "Hormon" "Hello, lo tiap hari marah-marah, itu haid apa pendarahan?" Seru Geri pelan Gea nyengir "Lo kan tau, gue sambil berak aja bisa kerja" "Bukan berak, tapi pup" koreksi Geri "Apa be...
![[BUKAN] Couple Goals 2](https://img.wattpad.com/cover/222020813-64-k495505.jpg)