Ekstra Part

3.1K 528 164
                                        

Geri tak berhenti menepuk-nepuk pundak Gea yang tengkurap diatas perutnya, sedang menangis, sedangkan Geri sendiri sejak 25 menit lalu hanya bersandar pada kepala ranjang dan menepuk pundak Gea

"Gak bisa apa kalo terus tinggal disini?"

"Terus rumah kita?"

"Rumah kita?"

"Iya, rumah kita. Rumah itu atas nama kamu walaupun berdiri diatas tanah aku."

"Aku gak mau tinggalin Mama"

"Mau bawa Mama?"

"Rumah ini?" Gea mendongak dengan wajah sembabnya "Gak mungkin tinggalin rumah ini, dan aku juga gak mungkin tinggalin Mama"

"Yangg" Geri mengusap wajah Gea dengan telapak tangannya "Kamu tau kenapa Mas Rion boyong anak-istrinya ke rumah baru?"

"Apa?"

"Karena selain nafkah sama biaya kehidupan sehari-hari, tempat tinggal itu hal yang wajib dipenuhi sama suami. Bahkan hal itu tercantum di Kompilasi Hukum Islam pasal 80 ayat 4, dari ketiga poin hal yang harus suami tanggung sesuai kemampuannya, salah satunya itu nafkah sama tempat tinggal."

"Belom lama jadi suami udah tau banyak hal" gumam Gea

"Ayah kasih tau semuanya. Mas Rion juga banyak ngasih tau hal yang berguna"

Gea kembali terisak mengingat fakta jika ia harus menginggalkan sang Mama

"Kodrat istri itu ikutin suaminya, tau yangg" Geri kembali memberi arahan agar Gea setuju untuk mengisi rumah baru mereka "Kita, alhamdulillah punya rumah sendiri, hasil warisan dari Ayah. Diluar sana banyak yang pengen mandiri tapi gak mampu buat rumah."

"Kamu bilang, apapun masalahnya kalo kamu pilih aku gak bakal nyesel kan?"

"Aku rasa pernah ngomong gitu"

"Aku juga" Gea mengambil kaos hitam Geri dan ia gunakan mengusap cairan dibawah hidungnya "Aku bakal pilih kamu, aku gak bakal nyesel kan?"

Geri menggeleng "Gak akan, aku jamin. Kamu boleh dateng ke rumah ini kapanpun kamu mau."

***

Meskipun sudah menghabiskan banyak air mata dikamar semalam, nyatanya Gea masih memiliki banyak stok air mata untuk ia turunkan siang ini

"Ma..."

Andine tersenyum melihat Gea yang menangis tak ingin pergi. Wanita itu merentangkan tangannya dan membawa putri bungsunya kedalam pelukan

"Anak Mama udah jadi istri orang sekarang" ujar Andine "Kamu udah jadi anak yang baik selama ini, jadi mama harap kamu bisa jadi istri yang baik juga buat Geri."

"Mama..."

"Perlakuin Geri dengan baik. Mama udah bilangkan kemaren kalo surga kamu ada di Geri, bukan lagi di Mama. Jadi berbakti sama Geri dan hormati dia kayak apa yang kamu lakuin ke Mama dan Papa. Kamu harus bisa bersikap lembut meskipun Geri sekeras batu, karena sekeras apapun laki-laki, mereka bakal luluh karena sikap lembut cewek"

Gea masih terisak dalam pelukan Andine

"Itu yang Nenek kamu bilang ke Mama, waktu Mama mau pindah ikut Papa." Lanjut Andine

"Mama baik-baik disini, ya. Adek bakal sering kesini jengukin Mama"

Andine melepaskan pelukan mereka dan mengangguk dengan senyum diwajahnya "Mama tunggu kedatangan kamu."

Andine kali ini menatap Geri yang memperhatikan mereka dalam diam "Sini menantu Baru"

Geri nyengir dan masuk kedalam rengkuhan Andine yang kembali merentangkan tangannya dengan lebar

[BUKAN] Couple Goals 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang