Acara yang berlangsung cukup sederhana. Tidak banyak tamu yang datang, hanya ada keluarga besar dari kedua belah pihak dan beberapa teman terdekat dari mempelai. Pihak laki-laki bersiap hendak melafalkan ijab kabul dengan satu kali nafas pun berhasil di lakukannya.
Kini Nio dan Luna sudah sah sebagai suami istri baik di mata negara maupun hukum. Nio tersenyum menatap Luna lalu mengecup kening istrinya sambil mengucapkan doa di dalam hatinya. Begitu pun dengan Luna, dia menyalimi tangan laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya.
"Kenapa nasib gue sial banget coba." Rutuk Leon pada dirinya sendiri.
"Salah sendiri nggak tobat dari dulu, coba aja lo tobat dari dulu mungkin sekarang lo nggak ngenes gini." Ucap Aksa dengan santai.
Leon melirik Aksa sinis. "Bacot lo!"
"Makanya kak Leon, jangan suka mainin hati cewek. Sekarang tahu rasanya kan gak punya cewek." Timpal Kira yang ikut menistakan Leon.
"Kalian berdua emang cocok jadi pasangan, sama-sama julid kaya ibu-ibu komplek." Balas Leon lalu berlalu pergi.
Di antara mereka semua yang paling mengenaskan dalam kisah cinta adalah Leon. Semenjak lulus sma cowok itu tidak memiliki cewek satu orang pun, bukan dia yang tidak ingin. Tapi tidak ada cewek yang sama dia, bahkan yang jelek sekalipun.
Entahlah mungkin ini karma untuk dirinya yang dulu semasa sekolah suka mempermainkan hati wanita. Sekarang dia tahu akibatnya.
"Luna cantik banget ya." Kata Prilly pada Ali.
Ali mengangguk. "Masih cantikkan kamu, apalagi pas nggak pake baju."
Wajah Prilly memerah walau begitu dia tetap memberikan cubitan kecil di perut Ali. "Ada Bian masih aja genit."
Ali meringis. "Sakit sayang." Prilly mengendikkan bahunya acuh lalu mengajak Bian menuju teman-temannya.
"Ini nih si ketua yang udah lama nggak ngumpul sama kita." Kata Ryan sambil menepuk pundak Ali.
"Sorry, gue sibuk belakangan ini." Sahut Ali.
"Sibuk bikin anak." Balas Leon asal yang mendapat tatapan tajam dari Ali.
"Terserah mereka dong, lagian mereka juga udah sah." Bela Revan.
Leon memutar bola matanya malas. "Kalau gitu lo kapan nikahin Runa?"
Revan diam.
"Lo sendiri yang bilang ke gue kalau anak orang butuh kepastian, lo sama Runa udah lama menjalin hubungan tapi sampai sekarang nggak lo kasih kepastian." Kata Aksa dengan bijak.
Mentang-mentang bulan depan dia akan menikah dengan Kira, lalu dengan seenaknya di menistakan temannya sendiri.
"Kenapa nanya gue, Leon sendiri aja masih jomblo."
"Eh Van, kaga usah lo peduliin tuh si singa. Dia itu lagi kena azab jomblo seumur hidup, kalau lo ngikutin dia bisa-bisa si Runa di ambil cowok lain." Kata Ryan.
Aksa tersenyum jahil. "Tiba-tiba Runa dapat sms dari bokapnya yang isinya gini, 'nak pulang temen papah ada yang ngelamar kamu' baru lo nangis kejer tujuh hari tujuh malam." Ejek Aksa pada Revan.
Mereka semua tertawa mengejek Revan. "Kalau lo kelamaan gue tikung nih." Ancam Leon dengan seringai liciknya.
Mendengar itu sontak Revan langsung memberikan tatapan menusuk pada Leon. "Berani lo rebut gue kirim ke akhirat." Katanya dengan tegas.
Leon terkekeh. "Canda sayang! Gue nggak suka makan temen kok. Tapi kalau temennya lo pasti gue makan kok."
Revan memilih menjauh dari mereka semua. "Yah ngambek! Lo sih Yon becandanya kelewatan." Kata Ryan, Leon hanya mengendikkan bahunya acuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Seorang Badboy
Teen FictionJatuh cinta dengan seorang Badboy bukanlah impiannya. Tapi apa boleh buat jika takdir berkata lain. Berawal dari tabrakan tak sengaja di koridor sekolah hingga menjadi asisten seorang Badboy. Benci jadi cinta adalah hal yang lumrah bagi manusia. Te...
