Love a Badboy 2/4

4.6K 462 18
                                        

Suasana ramai seperti biasanya. Di tambah lagi dengan kedatangan Ali yang sudah lama tidak masuk sekolah membuat seluruh anak-anak Vagos menyambut dirinya dengan meriah.

"Selamat datang kembali pak bos." Ucap mereka semua serempak.

Ali menatap hangat seluruh anggotanya. Lalu beranjak duduk di kursi yang berada tepat di dekat meja.

"Tes tes satu dua tiga."

"Nggak bisa ngitung bang?"

"Anjing! Gue lagi ngetes mic woy."

"Mic apaan, orang itu cuman botol bekas teh kemasan doang. Nggak usah sok belaga ngemc deh lo." Cibir Rian dengan santai.

Sementara Aksa mendengus kesal pada Rian. Niatnya kan baik, ingin menyambut kedatangan sang ketua dari alamnya malah di hujat. Sabar Aksa, orang ganteng emang banyak yang iri. Ucap Aksa dalam hati.

Revan berdiri mengambil alih posisi Aksa. "Karena ketua kita sudah hadir, rapat nanti malam bisa di laksanakan?" Ucap Revan dengan nada bertanya kepada seluruh anggotanya.

"Yah kok nanti malam sih, gue kan mau ngedate sama teteh Ayu." Kata Leon dengan wajah kesal.

"Gue nggak bisa." Sahut Nio seraya mengacungkan tangan.

Semua orang berbalik menghadap Nio yang duduk di belakang, seolah-olah bertanya kenapa dirinya nggak bisa hadir.

"Kenapa?" Tanya Ali mewakili.

"Abi gue ngadain pengajian. Sayang kalau di tinggal, pahala gue bisa kebuang." Sahut Nio.

Mereka yang mendengar itu menepuk jidat tak percaya dengan perkataan Nio.

Leon berceletuk. "Enak banget jadi ceweknya Nio, pahala aja di sayang apa lagi ceweknya."

"Babang Nio semakin sholeh ya mom." Sahut Leon seraya menyeruput mie kuah miliknya.

"Ada lagi yang nggak bisa selain Nio?" Tanya Ali pada semuanya.

"Lah gue nggak bisa Li." Sahut Leon.

"Urusan cewek nggak ada pengecualian." Sahut Ali dengan tegas.

Leon menghela nafas kasar lalu mulai mengotak-atik handphone, berniat hendak memberi tahu teteh Ayu kalau nanti malam acara ngedate mereka batal.

Anak-anak Vagos yang berniat hendak ngedate dengan para ceweknya pun juga melakukan hal yang sama seperti Leon.

Tring... Tring...

Handphone Ali bergetar dari balik saku celana abu-abu miliknya. Dengan gerakan cepat dia mencari tahu siapa yang menghubungi dirinya. Namun saat nama Prilly yang muncul membuat Ali seketika memiliki perasaan tidak enak.

"Sebentar." Ali berlalu, menjauh dari mereka semua.

"KENAPA LAMA BANGET ANGKAT TELEPONNYA?" Teriak Prilly dengan keras.

Spontan Ali menjauhkan handphone nya dari telinga.

"Maaf sayang, tadi itu aku lagi bahas rapat sama yang lainnya." Balas Ali dengan lemah lembut.

Anggota Vagos yang mendengar itu terkikik geli. Bagaimana tidak, seorang ketua geng yang terkenal galak langsung kicep saat di hubungi ceweknya.

"Rapat-rapat mulu, bilang aja nggak mau ngangkat." Ketus Prilly.

Ali mengelus dadanya pelan, perasaan tadi pagi dia baik-baik saja. Tapi kenapa sekarang malah marah-marah.

"Serius sayang, kalau nggak percaya kamu bisa tanya sama temen-temen aku."

Cinta Seorang BadboyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang