Love a Badboy 2/5

4.8K 466 35
                                        

Rapat akan di mulai beberapa menit lagi, namun Ali belum juga menampakkan batang hidungnya. Walaupun dalam rapat ini hanya membahas untuk mengadakan acara amal, tapi tetap saja mereka butuh sang ketua.

Leon menggelengkan kepalanya jengah. "Gini nih kalau pak bos udah kelewat bucin." Ucapnya kesal.

"Bener banget! Sekarang bukan kita lagi yang jadi prioritas." Sahut Rian yang setuju dengan ucapan Leon.

Padahal rapat mereka sudah di undur dua hari ke depan, setelah pembatalan secara sepihak dari Ali kemarin.

Revan menepuk pundak Leon. "Nanti juga lo ngerasain punya seseorang yang benar-benar lo sayang."

"Tau lo! Gayanya doang punya cewek bejibun, tapi kaga pengertian. Pantes dapet yang nggak bener mulu." Cibir Aksa seraya memasukkan gorengan tempe ke dalam mulutnya.

"Dih, masih mending gue. Dari pada lo nggak laku." Sahut Leon tak mau kalah.

Bukannya tersulut emosi Aksa justru terkekeh mendengar perkataan Leon. "Setahu gue barang murahan cepat laku deh." Kata Aksa dengan santai.

"Mulut lo minta gue cabeiin sa? Kalau ngomong suka bener." Timpal Nio sambil tertawa renyah.

Wajah Leon memerah, menahan emosi yang akan meledak. Apa salah coba dirinya punya banyak cewek, salah kan saja takdir yang membuat dirinya setampan ini. Sehingga banyak cewek yang datang menghampirinya.

"Sorry, gue telat."

Ali melangkah masuk kedalam markas, membuat yang lainnya menatap dirinya.

"Masih ada lima menit lagi sesuai jadwal." Sahut Nio.

Ali mengangguk lalu duduk di samping Revan yang sibuk dengan buku fisika miliknya. Ali menatap Revan dengan dahi berkerut.

"Besok ulangan?" Tanya Ali pada Revan.

"Nggak ada."

"Ngapain lo baca fisika?"

"Gabut gue." Sahut Revan dengan mata yang masih fokus pada buku.

Ali menggeleng heran pada Revan. Kok ada ya orang gabut tapi baca buku Fisika yang bisa bikin pusing tujuh keliling. Padahal kan masih banyak hal lain yang bisa di lakukan selain membaca buku Fisika

"Lo kaya nggak tahu Revan aja Li, dia itu suka yang susah-susah. Makanya Runa nggak di terima soalnya terlalu gampang buat dia." Sahut Rian yang langsung membuat Revan bereaksi.

"Sayang banget padahal Runa cantik, coba aja dia sukanya sama gue." Kata Aksa.

Nio melempar kulit kacang ke kepala Aksa. "Sebenarnya lo suka Kira atau Runa sih, Sa? Jangan dua-duanya lo embat."

Aksa menyengir. "Kalau dedek Kira nggak mau ya sama dedek Runa. Seperti kata pepatah, mati satu tumbuh sejuta."

Mendengar itu Revan langsung meletakkan bukunya secara kasar.

"Kenapa lo Van?" Tanya Leon.

Revan menggeleng pelan.

"Cemburu? Bilang bos!" Sahut Aksa, setelah itu dia tertawa.

Ali memijat pelipisnya sebentar. "Sudah-sudah, sekarang kita bahas apa tujuan kita berada di sini." Kata Ali melerai ucapan mereka, dari pada pusing mendengarkan perdebatan Aksa dan Revan lebih baik dia menengahinya.

Mereka semua mengangguk setuju. Lalu mulai berkumpul mendekat ke arah Ali.

"Seperti yang kalian tau, rapat malam ini akan membahas masalah amal yang akan kita bagikan nanti. Sekarang gue tanya, uang kas kita ada berapa?" Kata Ali tegas.

Cinta Seorang BadboyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang