08. Lembaran baru

8.4K 640 31
                                        

⚠️ Sudah di revisi 💜 ⚠️
Enjoy and jangan lupa vote dan komen guys💜

.
.
.

Setelah perjalanan kemarin yang cukup panjang, Azura hari ini berencana untuk membenahi rumah kontrakannya. Kemarin ia tak sempat, terlalu malas dan lelah.

Mulai dari menata ulang arah kasurnya, menyapu serta mengepel lantai rumah, memasukkan pakaian pakaiannya kedalam lemari, dan setelah itu selesai, Azura akan berniat untuk mencari kerja, melalui online, berharap ada pekerjaan yang semacam pelayan restoran atau caffe, menurutnya itu yang paling mudah dan gajinya lumayan.

Tapi yang ia anehkan sedari kemarin adalah, "Kenapa rumah segede ini di kontrakan ya, harganya juga engga pasti gini." Monolognya heran.

"Masa katanya boleh dicoba dulu rumahnya, kalo udah tiga bulan baru bayar." Ujarnya entah pada siapa.

"Ternyata Jakarta engga seburuk yang gue kira."

Berjam jam Azura berkutat dengan pekerjaannya, ia terlalu fokus pada kegiatan bersih bersihnya, sampai lupa untuk memasak. Jangankan memasak, bahan makanan pun ia tak punya.

"Astaga, gue sampe lupa belum ke supermarket, mau makan apa gue kalo engga ada bahan gini."

"Ceroboh banget Ra Ra." Hardiknya pada diri sendiri.

Azura mengambil kardingan hitamnya, lalu mencepol asal rambutnya, dengan dompet kecilnya, Azura segera melesat menuju supermarket terdekat.

Ia memang tak tahu dimana letak supermarket itu, yang penting jalan saja dulu, ketemu tidak ketemu dengan supermarket, Azura akan tetap jalan.

Sekarang dia sudah berada di angkot, ia sempat menanyakan letak dimana supermarket itu kepada sopir angkotnya, dan ternyata tidak terlalu jauh. Dengan lima ribu rupiah, dia bisa sampai di pusat perbelanjaan terdekat.

"Panas banget yaampun, ini kaya simulasi di Padang Mahsyar." Gumamnya kesal karena teriknya matahari siang ini.

Ia berjalan agak terburu-buru untuk masuk kedalam, Azura segera meraih troli belanja ketika masuk. Mulai menyusuri rak rak makanan, dia mengambil bahan pangan pokok, kebutuhan sehari-harinya nya, dan jangan sampai lupakan untuk membeli cemilan.

Setelahnya Azura akan pulang, dan mungkin akan membeli makanan jadi, seperti ketoprak atau mie ayam, Azura sudah kepalang malas untuk berkutat dengan alat dapur.

>><<

Waktu istirahat sudah hampir selesai, tapi Azzam belum mau untuk beranjak dari tempat duduknya sekarang. Dia berada di roof top, menolak semua ajakan temannya untuk datang ke kantin, untuk mengisi perut atau hanya sekedar berbincang dengan temannya.

Jika kalian bertanya apa yang Azzam lakukan disini, jawabannya adalah, menyendiri.

Iya meskipun memang sebenarnya dia selalu sendiri, tapi jujur dia benar-benar ingin sendiri, tanpa keramaian dan tanpa hiruk pikuk kehidupan. Kadang manusia memang membutuhkan space kosong untuknya sendiri.

Matanya terpejam, menikmati semilir angin yang menerpa dirinya, Azzam merasa tenang dengan begini. Mengetahui fakta jika dirinya baru saja menggores luka, Azzam sedikit menyesal karenanya.

"Azzam cuma mau hidup tenang kaya dulu waktu ada kakak." Gumamnya lirih.

"Tapi kenapa sulit banget ya kak, semesta engga biarin adiknya kakak ini nemuin ketenangannya." Ia terdiam sejenak, ada sesuatu yang mengganjal hingga ia sendiri sampai merasa sesak tanpa sebab.

DOUBLE A [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang