⚠️ Sudah di revisi 2.0 ⚠️
Jangan lupa vote and komennya yaaaa
Enjooooyy
.
.
.
Kehilangan, kosong, hampa, dan mati rasa. Semua rasa itu sudah seperti teman bagi Azzam, perasaan itu setiap harinya datang bergantian dan menemaninya sepanjang hari.
Setiap harinya, dihitung dari setelah ia kehilangan kakaknya, semua perasaan itu mulai tumbuh, ikut bergabung mewarnai dunia Azzam.
Bukannya tak ada usaha untuk menghilangkan, tapi semua jenis usaha sudah lakukan, ia tak pernah absen untuk mencari dimana keberadaan sang kakak.
Dan ia mengira bahwa mereka sekeluarga merasakan hal yang sama, ternyata ia salah.
Yang ia tahu ayahnya itu tak pernah absen untuk mencari dimana kakaknya. Ibunya, Abang-abangnya yang lain, mereka sangat perduli padanya serta kakak perempuannya.
Sampai ia yakin bahwa ia berada di keluarga idaman semua orang, keluarga harmonis.
Nyatanya tidak, semua itu palsu.
Tiga tahun yang lalu ia mengetahui fakta bahwa baik ayah, ibu, atau Abang-abangnya itu, tidak pernah benar-benar mencari dimana keberadaan sang kakak.
Pantas saja sang ayah yang notabenenya adalah pengusaha besar sampai saat ini belum bisa menemukan kakaknya, padahal, ia punya kuasa yang kuat dan pastinya ia punya banyak koneksi.
Entah prespektif Azzam saja yang melihat itu jahat, atau mungkin memang sudah keharusan bagi mereka untuk melanjutkan hidup. Mereka tidak bisa terus stuck di satu masa, hidup terus berjalan.
Sedikitnya itu melukai sisi Azzam yang lain, Azzam hanya ingin Kakaknya, namun semua orang tentu punya kehidupan yang harus mereka lanjutkan.
Sekarang ini, Azzam tengah berada di sekolah, tak ada yang spesial, semuanya sudah terlanjur Azzam anggap palsu. Kehilangan orang terdekat merubah total pandangan Azzam pada dunia.
"Baik, waktu pelajaran ibu sudah habis, silahkan kalian istirahat." Guru itu melenggang pergi keluar kelas.
Seketika kelas menjadi riuh, mereka berlomba-lomba untuk keluar kelas menuju kantin dan mengisi perut mereka dengan berbagai makanan yang dijual di kantin.
Azzam hanya duduk di bangkunya, tak berniat sama sekali untuk ke kantin.
"Zam, kantin engga?" Seru Andrea, salah satu teman kelasnya. Pemuda itu sudah menjadi temannya sejak awal masuk sekolah ini, namun Azzam tak menganggapnya teman dekat, mungkin hanya sesekali.
Azzam terlalu menutup diri.
Azzam menggeleng, "Engga dulu Dre."
"Bener nih? Nitip deh nitip mau ga?"
"Bolehlah, Minuman yang manis satu." Azzam menyerahkan sejumlah uang kepada Andrea.
"Kembaliannya buat lo aja." Andrea tersenyum senang, dia langsung berlalu keluar bersama dengan dua teman lainnya yang sudah menunggu di ambang pintu.
Sekarang hanya ada Azzam dan temannya, buku serta pensil. Ia mulai menggerakkan tangannya, menggores-gores kertasnya secara beraturan menggunakan pensil, melengkapi gambarnya yang belum selesai, ia dengan serius menggambar.
Sesekali matanya melirik ke arah ponselnya, yang menampilkan potret dirinya dan sang kakak, foto terakhir yang mereka ambil.
"Cantik." Gumamnya sebari mengusap layar ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Novela Juvenil🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)