19. Bluewy dan pinky

3.4K 244 6
                                        




Gelak tawa tak henti hentinya bergema di ruang tv salah satu rumah. Objek yang ditertawai hanya menghela nafas pasrah.

"Kak udah ketawanya nanti lagi, Azzam pengen makan dulu."

Azura berdehem, untuk menetralkan dirinya, "Ekhm.. oke oke, engga ketawa lagi gue."

"Tapi kenapa mata lo bisa sembab gede gitu? Disengat tawon apa nangis sih?" Ujarnya dengan sedikit meledek.

Azzam malah menundukkan kepalanya, sebari mengaduk aduk makanan di piringnya yang sudah tinggal sedikit.

"Dih ngambek lo?"

"Heh."

"Woy malah diem." Azura mencolek dagu Azzam, "Liat gue, kenapa?"

Azzam mengelap matanya, buliran air matanya baru saja akan menetes, "Eh malah nangis, kenapa Zam?"

Azura mendekatkan diri ke arah Azzam, bingung kenapa tingkah adiknya ini aneh sekali.

Tunggu...

Adik? Apa iya dia menerima Azzam dengan semudah ini?

"Engga Azzam cuma pengen nangis." Begitu Azura merangkul dirinya, Azzam langsung menyembunyikan wajahnya diantara ceruk leher Azura.

"Bohong, engga apa sih cerita aja ke gue, katanya gue kakak lo?"

"Ish iya kak Zura kakaknya Azzam, tapi kan Azzam malu." Suaranya bergetar, Azura tau, Azzam tengah menahan tangis.

"Malu kenapa coba, lo tadi pake kaca mata hitam malem malem, terus masak pake kaca mata hitam aja engga malu tuh."

"Hish kak Zura." Azzam melepas paksa rangkulan sang kakak.

"Lo lagi ada masalah apa gimana Azzam?"

Azzam menggeleng, "Engga, Azzam engga ada masalah."

"Terus?"

"Jangan diledek tapi ya Azzam nya." Azura mengangguk mantap, "Iya engga gue ledek."

Azzam berbalik badan, mengambil tas kecil yang ia bawa, lalu kembali menghadap Azura, ia membuka tas itu, lalu ia mengeluarkan album, yaa... Album yang tadi dia temukan digudang.

"Ini." Azura bingung, kenapa Azzam malah menunjukkan album foto kepadanya.

"Lo? Nangis gara gara ini?" Azura mengambil salah satu album foto yang diberikan Azzam. Sedikit kaget memang ketika melihat namanya tertera disana.

"Nama gue? Ko bisa?"

"Ada nama Azzam juga kok, ini." Ucapnya, sebari memperlihatkan buku yang serupa tapi ini versi Azzam.

Azura mulai tertarik dengan album ini, ia membuka lembar demi lembar.

"Lo nangis gara gara liat gue nangis disini? Atau gara gara liat gue nyubit lo juga disini?" Tanyanya sebari menunjukkan foto anak kecil yang tengah menangis, dan foto lainnya menunjukkan Azura yang tengah mencubit Azzam.

DOUBLE A [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang