⚠️Sudah di revisi💜⚠️
.
.
.
.
.
.
Ketika situasi dan keadaan Azzam yang mulai tenang, barulah mereka berdua bicara dari hati ke hati. Masih di ruangan yang sama, hanya mereka berdua di ruangan ini.
Azzam sekarang ini merasa bahagia, sedih, malu, marah, kecewa, semuanya, perasaan itu semuanya kini bercampur aduk didalam hatinya.
Sedangkan Azura, dia bingung, bingung dengan sikap yang ditunjukkan lelaki dihadapannya ini beberapa saat yang lalu.Dia terus memanggilnya kakak, padahal seingatnya dia tidak pernah punya adik.
"Kakak apa kabar?" Dengan tatapan yang tak pernah lepas dari Azura, Azzam seolah tak ingin memalingkan pandangannya barang sedetik dari sang kakak.
"Gue baik, iya.. lumayan." Jawab Azura seadanya, "How about you?"
Azzam menggeleng, "Engga pernah baik."
Azura mengernyitkan alisnya, "Kenapa begitu?" Ujarnya penasaran.
"Karena engga ada kak Zura." Senyum tipis nan manis terpatri di wajah Azzam, "Tapi kayaknya mulai dari sekarang, Azzam bakalan engga akan pernah engga baik lagi. Karena udah ada kak Zura, gue pasti oke."
Azura memalingkan wajahnya, sedikit berdeham, "Huh oke oke. Jadi? Lo ini Ade kembaran gue?" Azzam menjawab dengan anggukan lesu.
"Lo kenapa nyari gue? Maksudnya, kata yang lo bilang tadi, gue ini udah hilang dari lima tahun yang lalu."
"So, itu bukan waktu yang sebentar. Tapi kenapa lo buang buang waktu buat nyari orang kaya gue, maksudnya iya setelah gue berhasil lo temuin pun, gue engga inget lo."
Azzam menggeleng, "Azzam engga pernah buang buang waktu, waktu yang Azzam pake buat cari kak Zura itu, setiap detiknya berharga buat Azzam, buat kelangsungan hidup Azzam juga." Setelahnya dia menunduk lagi, emosinya masih belum stabil, lagi lagi butiran bening berlomba-lomba keluar dari mata Azzam.
"Alesan kenapa Azzam cari kakak, karena kakak kembaran Azzam, yang artinya, kakak ini keluarganya Azzam." Azzam memberanikan diri untuk menatap lurus ke manik coklat milik sang kakak.
Hati Azura menghangat, entah kenapa, setiap bait ucapan yang Azzam lontarkan untuknya, kata itu seperti selimut yang menghangatkan hati Azura yang sudah lama dingin.
Ternyata lelaki didepannya ini sebegitu sayangnya terhadap sang kakak, melihat tangisannya tadi, kegigihannya yang sempat ia dengar dari cerita lelaki ini, serta ucapan ucapan tulus yang sedari tadi ia dengar.
"Kakak sekarang tinggal dimana?"
"Di kontrakan, kenapa emangnya?" Tanya Azura penasaran.
"Boleh nanti Azzam main ke rumah kakak?" Azura tersenyum, ia sedari tadi menahan diri untuk tidak mengelus pucuk rambut Azzam, "Boleh, main aja ke rumah gue. Rumah gue bakalan terus kebuka buat lo."
Azura berdiri dari duduknya, seketika wajah Azzam menjadi panik, "Kakak mau kemana?" Diikuti dengan Azzam yang berdiri.
"Gue mau kerja lah, Azzam. Kita udahin dulu oke pembicaraan hari ini? Lo juga harus pulang, udah sore Zam."
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Jugendliteratur🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)