⚠️Sudah di revisi 💜⚠️
Enjoy uri readers 😈💜
.
.
.
Sesuai perkataannya tadi, Azzam benar benar menjemput Verra. Ia tentunya sudah memberi tahu Andrea, bahwa ia akan ke rumahnya. Sekaligus meminta izin untuk membawa adiknya.
Kini Azzam sudah berada di pekarangan rumah Andrea. Baik Andrea ataupun Verra, mereka tahu jika Azzam sudah sampai.
"Masuk dulu engga Zam?" Tanya Andrea yang baru saja keluar dari rumahnya.
"Engga usah Dre, kalo mampir dulu takut kemaleman."
"Mau kemana sih emangnya?"
"Ngedate lo?" Azzam berdecak mendengar ucapan Andrea.
"Sembarangan aja lo, gue cuma mau nepatin janji ya njir, ngedate ndasmu lah Dre."
"Dih sewot."
"Mana anjir Ade lo, lama bener dandannya."
"Baru juga lima menit, makannya turun dulu Zam, duduk sini."
Andrea memerintahkan Azzam untuk turun dari motornya, dan menyuruhnya ikut duduk di lantai, sama sepertinya.
"Sama aja Dre."
Beberapa detik kemudian, suara pintu terbuka terdengar, dua insan yang sedang mengobrol ringan itu menoleh, dan mendapati Verra yang sudah siap dengan setelan kaos panjang, juga celana cargo berwarna hitam, sangat sederhana, tapi cantik, dan Azzam sedikit mengakui itu.
"Gue kira lama bakal cantik dek, malah jadi kaya gembel gitu."
"Dih sendirinya juga kayak gembel, najis wuuu."
Azzam yang tak ingin berlama lama lagi, langsung menyalakan motornya, "Pinjem jaket Abang lo tuh Ver, biar engga masuk angin."
"Yah gagal di pinjemin jaket sama ayang ya Ver." Andrea cukup peka, Verra ini benar benar jatuh hati pada Azzam, gerak geriknya terlalu mudah terbaca olehnya.
"Cih siapa bilang, engga kok." Ujarnya seraya mengambil jaket yang di sodorkan abangnya.
"Nih pake helmnya." Verra menerima helm yang diberikan Azzam, ia memakainya, tanpa kesulitan sedikitpun.
Setelah diperintahkan untuk naik, maka detik itu juga, anak manis itu sudah bertengger manis di motor Azzam.
"Tiati lo ya, jangan ngebut Zam." Hanya acungan jempol dan suara klakson yang menjawab ucapan Andrea.
Tak sampai dua menit, Azzam dan Verra sudah hilang dari pandangan Andrea.
Sepanjang perjalanan, Verra menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara, takut Azzam tak nyaman dengan dirinya. Tapi, Verra yang pada dasarnya suka mengoceh tak jelas, sudah tak tahan lagi dengan keheningan yang melanda.
"Kak? Kita mau kemana?" Jujur saja, Verra memang tak tahu dia akan dibawa kemana.
"Ke JCM."
JCM, Jakarta City Mall, itu mal terkenal di dunia Oren ini.
"Maaf ya kak Azzam, aku ngerepotin."
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Teen Fiction🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)