⚠️Sudah di revisi 💜⚠️
.
.
.
.
Setelah sekian jam bekerja, akhirnya waktu pulang tiba. Azura meregangkan otot-ototnya, sambil membenahi barang bawaannya.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh, ah caffe ini sangat ramai tadi, sampai sampai Azura dan yang lainnya harus bekerja ekstra.
Ia ingat, jika Azzam, orang yang baru ia kenal sore tadi, datang menjemputnya. Ia pun tau, dia menunggu di salah satu meja caffe. Maka dari itu, sekarang Azura datang mendekati Azzam.
Dilihatnya dari kejauhan, Azzam tengah memiringkan kepalanya sambil telengkup di meja, agaknya anak itu tertidur, pikir Azura.
Ia jadi sedikit tidak tega untuk membangunkan anak ini. Tapi jika dia menunggu, dia semakin lama disini. Ia terpaksa harus membangunkannya.
Azura menepuk nepuk pelan pipi Azzam, "Zam, bangun, udah malem hey."
"Zam, ayo pulang."
Ketika Azura akan bicara lagi, Azzam malah bangun dengan terkejut. Secepat kilat Azura menarik tangannya, ia juga ikut kaget melihat Azzam yang bangun tiba-tiba.
Dari posisi telengkup di meja, Azzam langsung berubah posisi seketika menjadi duduk tegak, ia meringis karena dia bangun tiba-tiba, kepalanya jadi sedikit sakit.
"Sshh... Kak Zura."
"Haish, kenapa kaget gitu? Pelan pelan Azzam kalo bangun, pusing ya?"
Azzam mengangguk,"Iya pusing."
"Mau gue ambilin minum dulu?" Azura sudah akan beranjak dari tempat duduknya, tapi tangannya dicekal oleh Azzam, "Engga usah kak, ayo pulang aja."
Azura menghela nafas, "Yaudah, ayo. Kuat engga lo?" Mendapati jawaban mantap dari Azzam, lantas Azura segera keluar dari dalam caffe, diikuti Azzam dibelakangnya.
Jarak dari caffe ini tidak terlalu jauh dengan rumah Azura, jika naik sepeda motor mungkin hanya sekitar sepuluh menit.
Azura menatap Azzam dari kaca spion, ia tak akan pernah menyangka jika kedatangannya ke Jakarta ini bisa dipertemukan dengan Azzam, orang yang mengaku sebagai adiknya.
"Atau, gue pengen banget ke Jakarta, itu karena ada lo disini?" Azura berujar dalam hati, jika dipikir pikir, kota yang bisa ia tuju dari Surabaya itu banyak, dan jika ia pergi ke salah satu kota rekomendasi dari Hilwa, mungkin dia tidak akan merasa terlalu asing, dan dia tidak akan bertemu dengan Azzam.
Mungkin ini takdirnya. Mengingat wejangan wejangan yang Hilwa beri untuknya, supaya tidak cepat percaya dengan orang orang disini, entah kenapa, Azura malah cepat percaya dengan ucapan ucapan Azzam. Seperti ada dorongan tersendiri baginya terhadap Azzam.
"KAK INI BELOK KEMANA?"
Azura tersadar dari lamunannya, "KIRI ZAM."
Mohon dimaklum, mereka sedang berada di atas motor. Setelah belokan ini, mereka akan segera sampai di rumah Azura.
Tak disangka, hujan deras tiba tiba mengguyur kota Jakarta, Azzam menambah kecepatan motornya, ia tak mau kakaknya basah kuyup, apalagi ini sudah malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Genç Kurgu🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)