Flashback
"Gue mau ngomongin soal Pappoús."
"Hah? Pappoús kak? Kenapa?" Tanya Azzam heran, apakah kakaknya ini mengetahui sesuatu?
"Gue dari sewaktu lo ngasih tau perihal Pappoús, gue berusaha juga buat nyari tau."
"Sstt... Jangan di potong dulu, dengerin gue dulu Zam."
"Gue ya engga nyari yang kaya gimana gimana, gue engga terlalu paham sama hal lacak melacak, atau ya tentang hacker begitu."
"Gue cuma untung utungan aja tadinya, kaya kalo berhasil ya syukur, kalo engga pun, yaudah gitu."
"Jadi? Kakak ngapain?"
"Gue, spam chat terus terusan ke si Pappoús ini. Konyol sih ke dengerannya, tapi Biasanya, engga pernah dibales kan kalo kita chat balik ke sana?"
"Mungkin karena gue chatnya intens ke dia selama beberapa hari belakangan ini, dia bales."
"Kakak serius? Dia bales apa kak?"
"Dia bales, katanya kalo kita penasaran sama dia, sama apa yang terjadi sama gue salama ini, sama Lo, dia ngasih gue tawaran."
"Dia nawarin buat, dia ngasih kejelasan, tapi syarat utamanya, dia suruh cari kotak hitam? Sama album? Gue engga ngerti soal kotak hitam itu Zam. Lo tau?"
"Kotak hitam sama album ya? Kayaknya Azzam tau kak, Album itu yang waktu itu Azzam bawa ke rumah kakak? Kalo kotak hitam, Azzam pernah nemuin itu, tapi lupa naro"
>>><<<
Sore di hari jumat, Azzam memutuskan untuk berkunjung kembali ke rumah Azura, setelah hampir satu Minggu ia absen tidak berkunjung ke rumah kakaknya.
"Mau kemana? Rapih amat?" Tanya Ray, Azzam berpapasan dengan Raidan di halaman rumah.
"Mau ke rumah temen bang."
"Dimana?"
"Balik jam berapa?" Tanya Raidan lagi.
Sebari memakai helm, Azzam menjawab, "Engga tau, mungkin engga pulang?"
"Jangan macem-macem Zam, pulang jam berapa?"
"Sepuluh." Azzam menyalakan mesin motor, lalu perlahan ia menjalankan motornya.
"Kemalemam, jam sembilan udah di rumah." Tegas Raidan, Azzam sama sekali tak menanggapi, ia langsung melenggang pergi begitu saja.
Ini yang membuat Azzam memilih untuk tidak mengunjungi Azura beberapa hari belakangan ini, ia takut kedua abangnya mengetahui keberadaan Azura, Azzam takut kalau sampai sampai Aidan atau Raidan mengikutinya sewaktu perjalanan ke rumah Azura.
Azzam tidak lebai, ia hanya waspada dan berjaga-jaga saja.
>>><<<
Kalau boleh jujur, sebenarnya Azura merasa kesepian dengan ketidakhadiran Azzam, hari-harinya kembali menjadi monoton, hambar, dan membosankan.
Biasanya ada saja hal yang diributkan antara dirinya dan Azzam. Azura sudah menikmati perannya sebagai seorang kakak.
Pun sore hari ini, seperti biasa, ia tengah disibukkan dengan rutinitasnya di cafe. Keadaan cafe tidak terlalu ramai, hari ini rasa-rasanya ia sangat lelah, Azura entah harus bersyukur atau tidak, tapi keadaan sangat mendukung dirinya.
Selesai mengantarkan pesanan, Azura kembali ke belakang.
"Zura." Panggil Sania, Azura segera menghampiri Sania.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Fiksi Remaja🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)