HAPPY READING AND ENJOY GUYS!!!
JANGAN LUPA VOTE AND COMENT!!!
💜💜💜
Malam harinya ketika keadaan sudah mulai sedikit tenang, Azzam memutuskan untuk memenangkan diri.
Tekanan di rumah ini terlalu terasa semenjak kebenaran itu terungkap, Azzam tak tahan jika terus berada disini, setidaknya ia harus menjernihkan pikirannya.
Satu-satunya tempat teraman juga ternyaman yang terpikirkan Azzam adalah, rumah kakaknya. Maka dari itu ia berniat untuk mengunjungi tempat itu lagi setelah beberapa hari sama sekali tidak berkunjung, bahkan hanya sekedar untuk menghubungi kakaknya pun ia tak sanggup.
Azzam menyesali tindakannya tempo lalu yang sekarang ini dengan sangat jelas memutar ulang di benaknya.
Ia yang membetak Azura, ia yang dengan sengaja meninggalkan Azura hari itu, ia juga yang membuat kakaknya menangis, dan ia mengabaikan kakaknya, sama sekali tak menggubris pesan juga panggilan yang setiap hari masuk ke ponselnya.
Sebentar ada alasan dibalik itu semua. Ketidaksiapan ia mempertemukan Azura dan keluarganya lah yang membuat Azzam melakukan hal itu.
Azzam beberapa kali menghela nafas, menahan perasaannya yang tiba-tiba saja menjadi sedih.
Azzam menambah kecepatan motornya, ada rasa terburu-buru yang mendesak Azzam untuk segera sampai ke tempat Azura.
Azzam ingin minta maaf kepada kakaknya, ingin kembali bercerita dengan Azura, ingin mengungkapkan semua perasaannya akhir-akhir ini, ingin berkeluh kesah, Azzam ingin bebas dari belenggu kebingungan ini, Azzam butuh Azura untuk menyelesaikan semuanya.
Azzam salah menafsirkan semuanya, ia memang benar-benar tidak mampu jika Azura tidak berada di sampingnya. Azzam membutuhkan Azura untuk keberlangsungan hidupnya.
Azzam mencoba menetralkan perasaannya, ia harus sadar bahwa sekarang ini berada di atas motor dengan kecepatan diatas rata-rata. Setidaknya ia harus selamat sampai tujuan agar bisa mewujudkan semua keinginan yang beberapa hari ini tertahan.
Perlahan ia memelankan laju motornya, karena memasuki area jalan yang cukup ramai, baik pemotor, pengguna jalan lainnya, atau beberapa pedagang kaki lima yang hampir menghiasi sepanjang trotoar jalan.
Mata Azzam melihat sekeliling, pandangannya tertuju pada satu kedai pinggir jalan yang menjual makanan manis, martabak.
"Kak Zura suka martabak keju." Gumamnya, maka dari itu menepikan motornya.
Azzam segera turun lalu memesan, "Pak mau martabak keju satu sama martabak coklat kacang wijen nya satu ya pak."
"Oke, di tunggu ya dek."
"Saya tinggal dulu ya pak ke sebrang, nitip motor saya pak."
"Iya sok aja dek." Jawab si penjual.
Azzam sedikit berlari saat menyebrangi jalan, ia juga memutuskan untuk mampir ke minimarket, untuk membeli minuman kesukaan kakaknya itu.
"Minuman kesukaan kak Zura itu, minuman rasa rumput." Monolognya sambil sedikit terkekeh seraya mengambil minuman rasa greentea.
"Sama kak Zura itu suka pop corn."
"Satu lagi, kak Zura suka minuman kaleng rasa peach sama pir ini." Azzam dengan riang mengambil beberapa belanjaan yang ia sebutkan itu kesukaan Azura.
Azzam segera menuju kasir, membayar semua belanjaannya. Dan langsung menuju tempat sebelumnya, kedai martabak di sebrang jalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Teen Fiction🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)