Enjoy 😈💜
.
.
.
Jangan lupa Vote sama komen ya cinta ku 😈💜
"Kotak yang di maksud Pappoús." Terangnya.
Azura segera menegakkan duduknya, "Serius? Mana coba liat."
Azzam mengeluarkan kotak hitam dari paper bag yang ia bawa, "Azzam tadinya mau buka sendiri, di rumah. Tapi enggak berani."
"Kenapa engga berani? Emang isinya bom?"
"Ya engga kak, kalo bom udah meledak kapan tau."
Kotak hitam itu kini berada di atas meja, di hadapan Azura dan Azzam.
"Kakak aja yang buka."
"Lah lo aja buru, gue liatin Zam."
"Engga mau, kak Zura kan kakak."
"Tapi lo kan laki Zam."
"Ck, malesin."
Pada akhirnya, Azzamlah yang membuka kotak itu, ia membukanya perlahan, takut takut ada laba laba atau hewan menggelikan keluar dari situ.
Terbuka, kotak hitam berukuran 10×15 cm itu terbuka, seiring terbukanya kotak itu, perlahan isi dari kotak pun mulai terlihat.
Bisa dilihat dari tampilannya, bahwa barang barang yang ada di dalam kotak itu, sudah mulai berumur, ada yang sudah berkarat, dan, barang lainnya yang kisut juga sedikit robek.
Azzam mengambil satu benda yang paling menarik perhatiannya, "Kunci?"
"Ini kunci apa? Kayak kunci rumah, iya engga sih kak?"
"Iya, kayak kunci rumah, rumah siapa tapi?"
Azzam mengedikkan bahunya, "Engga tau, Azzam engga pernah liat ini."
Azzam menyimpan kembali kunci itu, ia mengambil benda yang lainnya dari kotak itu.
"Liontin?"
"Loh, sama kaya punya gue itu Zam."
"Huh? Mana kak?"
Azura menunjukkan liontin yang ia pakai, "Nih, liat, sama kan?"
Azzam mengangguk menyetujui, "Iya, berarti ini punya Azzam ya?"
"Pasti iya Zam, udah, fokus dulu, ada dua lagi yang belum kita cek."
Mereka saling melempar pandangan, "Ini kertas ya Zam? Surat kali ya ini?" Gumam Azura bingung.
"Coba liat aja kak."
Surat itu dilipat kecil, dan ada dua, karena dari pada kebingungannya berlanjut, Azura mengambil salah satu dari gulungan kertas itu.
"Ini keliatannya kayak berkas penting kan kak? Kertasnya juga ini bukan kertas HVS."
"Jangan ngaco, tau dari mana Zam ini berkas penting." Azura masih ragu ragu untuk membuka surat itu.
"Serius loh kak, Azzam suka liat di kantor papah, kalo berkas penting itu kertasnya beda."
Azura mengangguk paham, "Hmm bisa jadi sih."
Azura dan Azzam melihat dengan seksama surat yang kini sudah sepenuhnya terbuka.
"Akta kelahiran?" Azzam menatap bingung ke arah Azura. Pun demikian dengan Azura yang juga bingung, kenapa akta kelahiran?
Azura membaca isi surat itu, "Dari daftar umum, tentang kelahiran menurut ***, di Jakarta ternyata, bahwa di Jakarta, pada tanggal 30 April 200(#), telah lahir Azura Reyhana Arawinda."
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Novela Juvenil🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)