⚠️ sudah di revisi💜⚠️
Enjoyyy
.
.
.
Mungkin 2 jam, atau dua jam setengah, Azzam menghabiskan waktu untuk tidur di roof top, malah jika bukan karena tepukan halus di pipinya bisa dikatakan Azzam akan tidur lebih lama lagi.
"Bangun heh, nyenyak bener lo Zam." Begitu matanya terbuka, suara Andrea menyambut gendang telinganya.
Ia mengerjap beberapa kali karena menyesuaikan cahaya sekitar. "Gue dimana?"
"Lah linglung ini anak." Ujar Gio sebari tertawa kecil karena merasa lucu.
ia membenarkan posisi duduknya, kemudian Azzam merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, "Anjir ketiduran gue." Ujarnya ketika sadar.
"Lama juga lo tidur Zam." Azzam memandang Andrea yang tengah bermain game online, tepat di sofa usang di depannya.
"Gue tidur berapa jam?" Tanya Azzam bingung.
"Dua jam setengah, mayan lah ngeskip pelajaran matematika lo Zam." Terang Yuga.
"Dimakan tuh, dedek gemes yang ngasih." Gio menunjuk kebab serta air mineral yang ada di meja, dengan dagunya.
"Dedek gemes?" Tanpa perlu tahu siapa dedek gemes yang di maksud, Azzam langsung meraih kebab itu, memakannya perlahan, karena jujur ia lapar sekali.
"Verra, adek gue." Azzam terdiam sejenak baru kemudian ia kembali melanjutkan kunyahan, "Oh." Jawabnya singkat.
"Kata Verra lo sakit, makannya kita bela belain skip pelajaran fisika Zam." Dengan berbangga diri Yuga berkata demikian.
"Itu namanya mencari kesempatan dalam kesempitan, Yug." Timpal Azzam lempeng sebari terus menyantap kebab miliknya.
"Tapi serius, lo sakit?" Azzam menggeleng menjawab pertanyaan Gio.
"Tadi kayanya iya, tapi sekarang udah engga." Ucapnya memperjelas.
"Udah gue bilang, jangan terlalu memforsir diri,sakit kan lo."
"Lagian gue bisa jamin, lo sama kakak lo bisa ketemu Zam." Lanjut Yuga melengkapi ucapan sebelumnya.
Tatapan Azzam meredup, ia menundukkan pandangannya. "Gue terlalu excited pas denger kakak gue masih hidup..."
Ia seperti ingin meralat ucapannya barusan, karena, "Gue sama sekali ga menganggap Kakak gue udah ga ada, tapi setidaknya gue tau dia ada di suatu tempat itu bikin gue hilang kendali." Azzam menyimpan kebabnya yang belum ia habiskan, napsu makannya sudah hilang digantikan dengan satu perasaan sesak yang Azzam sendiri tidak begitu paham sebenarnya ini apa.
"Yang gue mau sekarang ini cepet cepet liat dia dihadapan gue, makannya gue ambisius banget buat nyari dia." Jelasnya lagi.
Gio menepuk pundak Azzam pelan, "Lo udah engga sendiri ada kita kita Zam, lo bisa berbagi semuanya sama kita, pasti kita bantu ko Zam selagi kita ini mampu."
Azzam mengangguk paham, "Thanks ya, udah bantuin gue."
"It's okay bro, kita juga engga keberatan kok."
"Gue punya berita terupdate tentang kakak lo Zam." Dengan secepat kilat Azzam langsung merubah tatapannya, yang tadinya redup, sekarang berkilat bahagia.
"Beneran? Apa apa? Kasih tau gue." Ucap Azzam excited.
"Widih, sabar dong bro."
"Sebelum itu izinkan diri ini untuk bercerita." Ucap Yuga meminta izin.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Teen Fiction🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)