⚠️ sudah di revisi 💜⚠️
.
.
.
.
.
Ruangan yang kental dengan nuansa eropa, dipenuhi ornamen mahal serta lampu yang redup, cukup membuat nyali seseorang ciut hanya dengan melewati lorong-lorong didalamnya.
Begitu juga dengan yang dialami oleh salah seorang pria, dia berjalan dengan gugup, seolah banyak hantu yang mengintainya.
Tangan yang ia gunakan untuk mengapit sebuah map pun ikut bergetar, ia berjalan dengan tempo cepat, tak ingin juga berlama-lama berada di lorong menyeramkan seperti ini.
Ia menghembuskan nafas lega, sampai juga dirinya di depan pintu ruangan, ini ruangan yang ia tuju, menelan slavianya kasar, dia memaksakan diri untuk masuk.
Dia mengetuk pintu yang menjulang tinggi itu, mendapati persetujuan dari dalam, maka secepat kilat ia segera masuk.
Menundukkan kepalanya, ia menyerahkan map yang derari tadi ia pegang.
"Apa laporan kali ini?" Suara tegas itu menggema di dalam telinganya, lagi lagi ia menelan ludahnya kasar.
"Dua target yang diawasi, bertemu tuan."
Orang yang disebut tuan itu mendelik marah, "Bagaimana bisa?! Bukankah ku suruh kalian untuk mempertemukan mereka nanti, sekarang bukan saatnya, bodoh!" Sungutnya marah.
"Maaf tuan."
"Tidak becus." Desisnya.
Pria yang memberi laporan hanya diam tertunduk, tak berani untuk mengeluarkan sepatah katapun.
"Kalo sudah begini, perketat pengawasan, jangan buat target bergerak lebih jauh. Utamakan target satu, saya tidak mau dia diketahui keberadaannya."
"Baik tuan."
>>><<<
Jika diamati, kemiripan ini makin terasa nyata. Hidung, bibir, dan mata, menurut Azura, orang di depannya ini sudah seperti duplikatnya, namun dalam versi laki laki.
Terhitung sudah lima menit dia memandangi wajah Azzam yang tengah tertidur lelap, mulutnya sedikit terbuka, tapi tak menghilangkan kesan manis diwajahnya.
Adiknya merengek minta tidur bersamanya, Azura sudah berusaha menolak, tapi anak itu keukeuh dengan keinginannya.
Alhasil, Azzam tidur di kamarnya, tapi tidak tidur satu ranjang, anak itu tidur dibawah, dengan karpet bulu sebagai alasnya.
Azzam mungkin sudah tertidur sejak dua jam yang lalu, tapi Azura, dia belum bisa memejamkan matanya. Terus berguling-guling di kasur empuknya tapi tetap saja, rasa kantuk belum juga datang.
Dan tak sengaja dia melirik ke arah Azzam yang tengah tertidur pulas di bawah sana, maka sejak saat itu dia memandangi wajah Azzam tak henti-hentinya.
"Gue engga nyangka bisa ketemu lo disini, setidaknya, gue engga terlalu sendiri sekarang." Ia mengulas senyum.
"Mirip banget anjir, gue mau engga percaya ke lo, tapi rupa lo sama gue aja sama."
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Roman pour Adolescents🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)