⚠️Sudah di revisi💜⚠️
Enjoy semuanya 💜!
.
.
.
Mengetahui fakta bahwa sang kakak telah berada di dekatnya, hati Azzam seolah mendapatkan euforia baru dalam dirinya. Jika saja dia tidak di tahan oleh ketiga temannya, mungkin ketika Verra mengaku bertemu dengan kakaknya, dia akan meluncur saat itu juga.
Untungnya, ketiga temannya menahan dirinya, supaya tidak bertindak gegabah, tapi dampaknya dia jadi tidak fokus di dalam kelas. Dan begitu bel pulang berbunyi, Azzam langsung meraih tasnya dan akan langsung menuju caffe semalam.
Ketiga temannya membuntuti dirinya, Azzam tau, tapi ya sudahlah. Ketiga temannya itu khawatir, jika terjadi apa apa dengan Azzam, pasalnya dia seperti orang kesetanan mengendarai motornya.
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya Azzam dan ketiga temannya sampai di parkiran caffe, begitu dia ingin berlari untuk masuk ke dalam caffe, tangannya di cekal Andrea, entah apa maksudnya.
"Sabar Zam, jangan gini, bisa bisa Lo ngerusuh di dalem nanti, tenang dulu, baru kita masuk." Yang awalnya emosi Azzam akan memuncak, tapi ia urungkan, ternyata niat temannya itu baik.
"Iya Zam, tenang dulu, jangan grasak-grusuk gini."
Azzam menghela nafasnya panjang, beberapa kali dia menarik nafas, supaya dirinya tenang, tapi kalau boleh jujur dia gugup setelah mati.
"Udah tenang?" Azzam mengangguk menjawab pertanyaan Gio.
"Kalo liat kakak lo di dalem, jangan langsung meluk atau apa, nanti lo disangka orang gila Zam." Sedikit mendelik mendengar perkataan Andrea, tapi agaknya memang benar.
"Jadi gue harus gimana?" Ujar Azzam kesal. Tidak tahukah mereka jika hatinya sudah berdebar kencang sedari tadi.
"Ke ruang manager aja, biar nanti kakak lo yang nemuin lo."
Mereka masih di parkiran omong-omong, karena mereka harus menyusun rencana terlebih dahulu.
"Malu engga ya." Gumam Azzam.
Yuga berdecak, "Tinggal sebut aja sih lo anak pak Mahendra, pasti tau, iya maksud gue, pasti si managernya ngijinin kok, gue yakin."
"Udah masuk dulu, ayo jalan."
>>><<<
"Zura, kamu dipanggil sama pak Haryo, disuruh ke ruangannya." Azura yang tengah menunggu pesanan jadi, langsung terfokus pada ucapan salah satu teman kerjanya.
"Hah? Kenapa ya mba?" Tanya Azura heran.
"Mba kurang tau, kamu samperin dulu gih, takut ada apa apa." Mendengar penuturan mbak Tami, Azura segera pergi, menuju ruang pak Haryo.
Hatinya berdetak kencang, jelas, dia belum ada satu bulan kerja disini, masa iya dia sudah mau dipecat saja. Begitulah kira-kira pikiran Azura sekarang.
Tok
Tok
Tok
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Dla nastolatków🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)