⚠️ sudah di revisi ⚠️
Pagi pagi sekali, Azura sudah mulai merapikan kekacauan di rumahnya. Mentari saja masih tertidur lelap di bawah garis cakrawala, namun anak manis ini, sudah terhitung satu jam memulai aktivitasnya.
Ia menyapu bersih setiap sudut rumah, ia juga sekalian mencuci baju seluruh anggota keluarganya, lalu mengepel lantai, dan yang terakhir memasak sarapan.
Sekarang ini ia tengah mengepel lantai, sesekali ia menceka keringatnya.
Mengepel dengan asal, tenaganya mulai terkuras, jadi dia tidak terlalu peduli, yang penting ia bisa segera menyelesaikan kegiatan mengepelnya ini.
"Cape banget ya tuhan." Keluhnya, ia meregangkan otot-ototnya, sebari melihat sekeliling.
"Sialan, di gaji engga gue, jadi pembantu iya, mana ini rumah gede banget."
Pandangannya tertuju ke arah tangga, dimana ia melihat Hara, kakak angkatnya yang berjalan sempoyongan, sebari mengucek ucek matanya. Arah pandangnya turun ke anak tangga terkahir yang lumayan becek, dan, err... Kakaknya itu menggunakan sendal bulu, kemungkinan untuk kakaknya terpeleset sangat besar.
Ia yakin, kakaknya itu belum melihat dirinya, maka dari itu, ia bergegas ke kamar mandi, untuk menyimpan alat pel, sebenarnya belum selesai, tapi demi keselamatan tubuhnya supaya tak kena amukan Hara, dia harus mengakhiri ini.
Jalan Hara sangat lambat, jadi Azura bisa langsung pura pura ke dapur dan berpura-pura memasak.
Tak lama kemudian.
Bugh
"Ahk!" Pekikan itu akhirnya terdengar di telinga Azura.
"Mampus, sukurin tuh." Gumamnya, ia tersenyum puas, dan melanjutkan kegiatan masak yang sesungguhnya.
"Sialan, siapa sih yang ngepel engga becus, bangsat banget." Hara berjalan melewati Azura, menuju ke kamar mandi belakang.
"Untung efek alkohol Lo masih ada, kalo engga habis gue." Gumamnya lagi, puas rasanya pagi pagi melihat iblis itu kesakitan seperti tadi.
Azura akan berangkat ke sekolah lebih awal, karena ia akan...
>>><<<
Sampai di sekolah pukul setengah enam pagi, ini bukan rekor terpagi yang Azura buat, dia bahkan pernah berangkat jam lima subuh.
Masuk ke dalam sekolahnya bagaimana? Hey, rumah pak satpamnya berada tepat di depan sekolah, tinggal minta kunci gerbang, beres.
Ia berjalan sendirian di lorong lorong kelas yang gelap, menuju lantai tiga dimana kelasnya berada. Bermodalkan earphone dan musik dari ponselnya, Azura akhirnya bisa menembus lorong sepi tadi.
Kegiatan selanjutnya apa? Iya sudah pasti tidur, apa lagi?
>>><<<
Brak
Sebuah tas menghantam keras kepala Azura, Azura terpaksa keluar dari alam mimpinya, setelah sadar, langsung di hadapkan dengan Hara dengan tatapan yang berapi api.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE A [COMPLETED]
Novela Juvenil🚫Bagi sebagian orang cerita ini sudah tidak relevan karena ditulis pada saat author masih kecil🚫 🚫Yang sudah baca beberapa part dan suka bisa langsung baca ke book 2 nya "come back to me"🚫 Sejauh apapun semesta memisahkan, jika garis takdir mere...
![DOUBLE A [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232579408-64-k10466.jpg)