31. Petunjuk I

903 76 5
                                        

Saya menepati janji muehehe 😈💜

Enjoy uri readers 😈💜!

Jangan lupa Vote sama komen yaaa cantik ganteng😈

.
.
.
.



"Bi tolong siapin makanan yang agak banyak ya, temen temen Azzam, mau pada kerja kelompok disini."

"Iya den Azzam, camilan sama minum yang seger seger gitu juga toh den?"

"Iya Bi."

"Menurut Bi Hanum tempatnya mending di gazebo apa di kamar Azzam aja?" Tanya Azzam yang membutuhkan saran dari Bi Hanum.

"Kalo di gazebo panas den, tapi kalo di kamar apa engga pengap den?"

Azzam berpikir sejenak, "Engga sih Bi, cuma sembilan  orangan kurang lebih."

"Ohh yasudah nanti Bibi bereskan kamar den Azzam juga, biar nyaman."

"Pada datang jam berapa toh den?"

"Jam sembilanan." Jawab Azzam sebari pandangannya tak luput dari layar ponselnya.

"Yasudah, Bibi belanja dulu saja kalo begitu ya den."

"Iya, Azzam naik ya Bi." Setelah berdiskusi dengan Bi Hanum, Azzam lantas kembali ke kamarnya.

Di tangga, Azzam berpapasan dengan Aidan, yang sudah rapih, dengan setelan casualnya.

"Mau kemana bang?"

"Oh, gue mau ada urusan bentar di luar."

"Ke kampus?" Tanya Azzam penasaran, kini mereka berdua malah mengobrol di tengah-tengah anak tangga.

"Iya, gue ada bimbingan tambahan."

"Engga cape bang? Baru nyampe juga lo semalem."

Aidan menepuk pundak Azzam pelan, "Namanya juga pejuang skripsi, udah gue pergi dulu." Aidan melangkahkan kakinya, baru beberapa anak tangga, ia kembali berujar.

"Dek, tolong liatin Ray ya nanti, dia kayaknya demam, dah."

"Ah bang Ray sakit?" Gumamnya lantas ia berlalu menuju kamarnya.


Minggu pagi, hari yang sangat cocok untuk bermalas-malasan, menikmati nyamannya kasur juga AC di kamar, tadinya Azzam ingin begitu, tetapi ketika ia ingat akan ada kerja kelompok di rumahnya, mau tak mau ia harus berbenah, setidaknya ia harus mandi sekarang.

Teman-temannya akan datang sekitar dua jam lagi.

Setengah jam Azzam habiskan waktunya di dalam kamar mandi, setelahnya ia berpakaian rapih, menggunakan setelan santai, jika sudah rapih begini enaknya tidur, kan?

Maka dari itu, Azzam naik ke atas kasurnya, dan bersiap untuk memejamkan matanya.

Tapi sebelum itu, ponselnya berdering, nada deringnya berbeda dengan nada dering telepon ia yang biasa, ini pasti telepon dari Azura, segera Azzam terduduk dan mengangkat panggilan itu.

"Halo kak!"

Orang di seberang sana terkekeh gemas, mendengar sambutan Azzam yang seceria ini.

"Iya hallo Azzam."

"Iya kak kenapa telepon?"

"Loh emangnya engga boleh?"

"Yaaa, yaaa bukan gitu, maksudnya itu ada keperluan apa kak? Kakak butuh sesuatu? Atau...?"

"Kangen, keperluannya gue kangen adek nih."

DOUBLE A [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang