[ 4.9 ] Tahap pendekatan

2.1K 144 10
                                        

"tiba-tiba sekali mengajakku keluar"
Chaeyoon mengendikan bahunya. Tiba-tiba ia ingin jalan-jalan dan Jaemin yang pertama ia tanya apakah dia bisa menemaninya atau tidak.
Keduanya hanya diam selama di mobil, mendengarkan lagu yang mengalun dari radio.
"Mau mampir dulu?"

Chaeyoon menganggukkan kepalanya. Jaemin tersenyum kecil menatapnya, memarkirkan mobilnya lalu turun. "Duduk saja, aku yang akan memesan"
Gadis itu kembali mengangguk lalu duduk di meja dekat kaca. Pemandangan saat malam lebih cantik dibandingkan dengan siang. Chaeyoon cukup terkejut melihat Jaemin membawa kue dan dua gelas kopi. "Kenapa beli kue?"

"Kau kira selama ini berteman aku tidak tau kesukaan mu?"
Chaeyoon tersenyum, memakan kue yang Jaemin pesan untuknya. Sedangkan si pria dihadapannya hanya meminum kopi sembari sesekali melirik Chaeyoon. "Mau?"

Jaemin menggeleng pelan, membiarkan wanita dihadapannya menghabiskan kue itu. "Sedang tidak mood atau bagaimana?"

"Entah..aku hanya ingin jalan-jalan"
Chaeyoon meminum kopinya, melirik Jaemin yang terlihat berpikir sembari menggembungkan pipinya. "Bawa saja kopinya, kita jalan-jalan lagi"

•••

Chaeyoon terheran begitu Jaemin memarkirkan mobilnya disebuah kios kecil. "Kita jalan kaki saja"

"Mobilmu?"

"Aku akan titip disini, sudah kenal kok"Chaeyoon mengangguk lalu keluar dari mobil. Masih dengan kopi ditangannya. Ia kemudian melangkah mengikuti Jaemin. Mereka berjalan menyusuri jalanan yang sepi, pohon-pohon yang menemani mereka seakan mendukung acara mereka karena terlihat cantik ditambah pancaran cahaya berwarna ungu. Jalan yang mereka susuri juga terlihat berwarna-warni karena lampu yang ada.
"Aku heran, kenapa masih tidak ada yang berpacaran dengan mu. Kamu jelek mungkin dimata orang lain"

"Enak saja"

Jaemin tertawa kecil, menatap Chaeyoon yang masih fokus meminum kopinya. Jaemin mengalihkan pandangannya, tangannya menggenggam tangan wanita disebelahnya dan memasukkan tangan mereka ke dalam saku mantel yang dikenakan Jaemin. Chaeyoon hanya bisa tersenyum kecil, membiarkan tangannya tetap digenggam oleh Jaemin.
"Anggap ini tahap pendekatan sebelum berpacaran"

"Kenapa?

"Aku belum siap. Siap menjalani hubungan maka harus siap juga jika harus berakhir. Aku hanya sedang mempersiapkan diriku dulu"
Chaeyoon menggelengkan kepalanya, Jaemin jadi aneh sekarang
"Kamu pasti malu ya..kenal dengan seseorang yang bahkan tidak lulus SMA"

"Kalau malu aku tidak akan disini sekarang, Jaemin. Nilai tidak terlalu berharga untukku"

"Jika ada kak Jeno mungkin dia sudah mendorongku agar melepaskan tanganmu"Chaeyoon tersenyum, tangan satunya kini memeluk lengan Jaemin. "Maka, habiskan waktu ini untuk berdua"

•••

Je Hoon mencebik menatap jam dinding, "anak-anak yang sedang kasmaran memang menghabiskan waktu selama ini ya?"

"Anak muda memang seperti itu, tuan.."
Je Hoon tersenyum tipis. Biarlah, Jaemin juga jadi tidak harus sedih terus.
Disisi lain Jaemin masih berjalan-jalan dengan Chaeyoon, kali ini mereka sudah mulai mencari camilan karena lapar. Mereka membeli banyak macam makanan, mengisi perut kosong mereka dengan banyak makanan lezat.

"Nanti habis uangnya kalau kamu yang bayar terus.."
Jaemin menggeleng, tetap memberikan uang ditangannya pada sang penjual.
"Ini hasil kerja kerasku, untuk apa jika tidak ku gunakan dengan baik?"

Hey BrotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang