[ 1.2 ] Tangisan si Bungsu

3.8K 351 12
                                        

"apa maksudmu.."Jaemin memegangi kepalanya yang terasa berdenyut, efek minuman yang benar-benar membuatnya seperti ini memang kurang ajar
"Ini..bukan kemauan ku.."

"Mereka mencekoki ku kak.."Winwin menatap Jaemin tak percaya
Dicekoki? Yang benar saja, anak-anak mana yang berani melakukan itu pada sepupu kesayangannya ini
"Mereka memaksaku...mereka yang memaksa ku untuk meminum minuman itu...bukan keinginanku.."

"Jaemin.."lirih Winwin mengusap kepala Jaemin, ia merasa bersalah sudah memarahinya tadi
"Minuman itu sudah masuk kedalam tubuh ku kak..."

Tangisan Jaemin semakin terdengar jelas, hati Winwin tersayat begitu saja mendengar pengakuan dari Jaemin
Siapa orang-orang sialan itu yang berani melakukan hal yang benar-benar tidak pantas pada seorang Lee Jaemin
"Mereka memegangi tangan ku saat itu..memaksa ku untuk minum.."

"Siapa mereka sebenarnya Jaemin..kamu tidak pernah mencari masalah dengan orang lain kan?"

"Mereka..yang memukul ku saat itu"Winwin membuang mukanya, meluapkan emosinya dengan menendang kursi yang ada didekatnya
"Aku harus bilang apa pada kak Jeno nanti.. bagaimana jika akhhh.."ringis Jaemin lagi, kepalanya benar-benar sakit

"Istirahat lah, aku akan menunggu disini, pejamkan mata mu ya.."ucap Winwin lembut sembari keluar dari kamar Jaemin untuk menghubungi Chaeyoon
"Halo kak.. bagaimana? Jaemin sudah ketemu?"

"S-sudah..tidak usah khawatir, dia menginap di apartemen ku malam ini, tak apa jika kamu menjaga Jeno dulu?"

"Syukurlah jika Jaemin sudah ketemu, aku akan menjaga kak Jeno, kak Winwin jangan khawatir..tapi kenapa kakak terdengar gugup?"

"A-aku tidak gugup, aku baik-baik saja, baiklah aku mau makan dulu, terimakasih"Winwin mematikan ponselnya begitu saja

"Kenapa hidupmu seperti ini Jaemin.."

•••

"Makan ya? Ini sup khusus untukmu agar menghilangkan pengar nya.."
Jaemin membuang mukanya, Winwin menarik nafas panjang dan menaruh semangkuk sup ditangannya diatas meja
"Aku tau kamu masih memikirkan yang semalam.. tapi~~"

"Aku sudah membuat malu, kak..dengan membiarkan mereka memaksa ku minum seperti itu.."

"Mereka mengancam mu?"

"Mereka akan menghajar kakak habis-habisan jika aku tidak datang kerumah mereka kemarin"
Winwin memijat pangkal hidung nya, memejamkan matanya sejenak
"Rasanya tidak enak kak..bahkan aku masih bisa merasakannya di tenggorokan ku"

"Nanti akan hilang, makan ya?"Jaemin menggeleng pelan, menatap Winwin dengan matanya yang merah
"Aku mengecewakan kak Jeno.."

"Selama ini dia yang selalu membangunkan ku untuk sekolah, aku malu jika harus kembali ke sekolah"
Winwin mengusap bahu Jaemin lembut, berusaha tersenyum untuk menguatkan Jaemin
"Kakak mu pasti bangga karena kamu melindunginya..kamu gak boleh seperti ini.."

"Bahkan aku masih bisa mencium bau nya sampai sekarang"

"Sudah, jangan dipikirkan lagi, makan ya? Demi Jeno.."

•••

"Jaemin! Kamu dari mana saja hah?!"Jaemin tidak menjawab, pandangnya entah menatap kemana
"Jae!"

Jaemin melangkah mundur ketika Jeno hendak memeluknya, membuat Lee Jeno terdiam
"Jaemin kelelahan, dia mau istirahat, Jeno jangan ganggu ya?"ujar Winwin sembari menuntun Jaemin masuk ke dalam kamar

Hey BrotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang