[ 2.9 ] Rasa takut

3.1K 281 3
                                        

Je Hoon yang hari ini memutuskan untuk izin kerja pun mempercepat langkahnya untuk sampai ke ruangan dimana Jaemin berada
Bungkusan plastik ditangannya terjatuh begitu saja ketika melihat ranjang yang semula ditempati Jaemin kini kosong

"Jaemin! Jaemin kamu dimana, nak?!"Je Hoon membuka pintu kamar mandi yang ada di ruang rawat itu, tidak ada tanda-tanda Jaemin berada disini
Sampai-sampai ia mencegat salah satu perawat yang lewat untuk menanyakan Jaemin
"Tuan, sepertinya pasien kabur"

"Kabur?!"

•••

Mobil berkecepatan tinggi itu melesat, melewati mobil-mobil lainnya yang tampak berjalan lebih santai
Tangannya menggenggam stir mobil sedikit kuat, bahkan tak segan ia menambah kecepatan mobilnya

"Hanya kamu yang bisa kembali menemukan kak Jeno, kau tau dimana mereka"

Selintas perkataan gadis yang berteman dengan nya sejak kecil itu teringat, membuat Jaemin lebih mempercepat mobilnya
Firasat nya benar-benar buruk sekarang, takut akan terjadi sesuatu pada Jeno

Ia menurunkan kecepatan mobilnya ketika sudah mulai memasuki perumahan dimana rumah Jung Hyun berada
Mobilnya berhenti tepat didepan rumah pria sialan itu, turun dan berlari untuk mempersingkat waktu

Tangannya menekan bel rumah itu beberapa kali hingga seseorang membuka pintu nya
"Bibi..bibi kak Jeno dimana bibi..aku mohon katakan padaku"

"Wah wah..siapa yang datang hari ini.."Jaemin melewati
Joo Eun begitu saja, Jeno disana
Lebih tepatnya duduk dilantai sembari memeluk kedua kakinya, disampingnya terdapat Jung Hyun yang tersenyum miring
"Kau apakan dia...JAWAB DASAR KEPARAT!!"

"Tenang dulu.. Yura, anakmu yang satu ini ternyata tidak sabaran ya?"sementara Yura malah diam menatap wajah pucat Jaemin
"Jaemin sakit"

Ucapan Winwin benar, pria itu tidak berbohong padanya
"Kapan kau akan menyingkirkan mereka semua?"tanya Jung Hyun santai menatap Yura

"Menyingkirkan?"

"Aku menginginkan uang kalian.. sepertinya ayahmu itu cukup kaya ya"ucap Jung Hyun menarik kasar Jeno untuk berdiri
Jaemin bisa melihat jelas mata Jeno yang sembab, kurang ajar sekali pria yang satu ini
"Kau memanfaatkan kekasih mu sendiri.. pengangguran seperti mu itu tidak pantas hidup"

"Apa kau bilang?"

"Kau lebih pantas mati dan pergi ke neraka, tuan Jung Hyun.."Jung Hyun tertawa kecil, mencengkeram lengan Jeno semakin kuat hingga membuat pemuda itu merintih
"Lihat? Adikmu saja seperti ini..aku heran mengapa dia mau merawat anak gila seperti mu"

"JAGA BICARAMU!!"kesabarannya benar-benar diambang batas sekarang, bahkan urat di leher Jaemin terlihat oleh Yura sekarang
"Kau seharusnya malu.. perilaku mu bahkan lebih buruk dari orang-orang diluaran sana, kau tidak pantas menjadi anak bibi"

"Tidak usah membawa-bawa ibu ku!!"

"Im Jung Hyun, jika kau masih menganggap jika aku ibumu, maka lepas kan anak itu"

"Siapa? Ini?"Jung Hyun menggoyangkan tubuh Jeno kuat, tangannya masih memegang lengan Jeno hingga tampak memerah
"Jung Hyun.."ucap Yura pelan melihat kelakuan kekasihnya itu

"Dan kau juga sudah berjanji untuk memberikan ku banyak uang dan membuatku kaya bukan? Kau tidak menepati janji mu ya.."

"Aku juga harus bekerja! Sedangkan kamu malah asik membuang-buang uang yang aku cari dengan susah payah!"

Hey BrotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang