Part 26

39.8K 1.7K 4
                                        

Happy Reading guys!
Tunggu kelanjutan ceritanya ya!

"Ti... tidak. Aku tidak hamil Mas." Jawab Kiara dengan sedikit rasa gugup yang menyelimutinya.

"Mas, bisa tolong kau lepaskan aku." Pinta Kiara.

Rehan pun melepaskan tubuh Kiara secara perlahan.

"Apakah kau berkata jujur? Jangan coba-coba membohongiku, atau kau akan tau akibatnya."

"Iya Mas. Lagi pula jika aku sedang hamil, Mas juga akan tau karena Mas adalah suamiku."

"Baiklah, aku percaya. " Jawab Rehan yang membuat hati Kiara merasa tenang.

"Ayo pulang." Ajak Rehan.

Mereka berdua pun berjalan berdua menyusuri jalan malam yang gelap dan sepi. Hanya mereka berdua dan tidak ada orang ketiga atau apapun.

"Mas." Panggil Kiara.

"Ada apa?" Jawab Rehan.

"Bagaimana dengan perusahaan Mas? Sudah membaik? " Tanya Kiara.

"Sudah lebih baik." Jawab Rehan dingin.

"Mau sampai kapan Mas bersikap dingin padaku?"

"Tidak tau."

"Kenapa Mas bersikap dingin dan hangat padaku secara tiba-tiba?"

"Bukan urusanmu." Jawab Rehan dengan dingin.

"Tentu saja itu menjadi urusanku, karena Mas adalah suamiku." ujar, Kiara tidak mau kalah.

"Oh"

Kiara benar-benar tidak percaya, bagaimana bisa suaminya begitu aneh dan dapat berubah seperti bunglon. Dan sekarang disaat Kiara telah mengatakan banyak hal dan dia hanya menjawab 'oh' saja, tanpa tambahan kata lainnya. Oh ini benar-benar menyebalkan.

"Apa? Mas, hanya menjawab dengan kata 'oh' saja. Apa tidak ada kata lain selain 'oh'. " Ujar Kiara yang mulai sedikit emosi.

"Ya"

Oh astaga. Apa pria ini perlu aku sleding agar otaknya tidak miring?

Pria ini sungguh menyebalkan.

"Terserah Mas sajalah. Aku mau pulang." Ujar Kiara.

Kiara berjalan dengan cepat untuk meninggalkan Rehan. Saat ini dia sedang marah padanya.

Saat Kiara sedang berjalan cepat, tanpa sengaja kakinya tersandung kakinya sendiri hingga membuatnya hampir terjatuh.

Rehan yang melihat Kiara akan jauh segera menarik tangannya membuat tubuh Kiara membentur tubuh Rehan kembali.

"bisakah kamu berjalan dengan benar." Ujar Rehan tepat didepan wajah Kiara.

"Maaf."

Hanya itu yang mampu Kiara katakan. Dia tidak tau lagi harus menjawab apa.

Rehan mulai melonggarkan pegangan tangannya kemudian melepaskan tangannya dari tangan Kiara.

"Terimakasih Mas. " Gumam Kiara yang masih dapat Rehan dengar dengan jelas.

Rehan tersenyum sedikit oleh ucapan Kiara yang menurutnya sangat aneh.

"Tanpa kau sadari kamu juga berubah sikap dalam sekejap."

"Maksud Mas? " Tanya Kiara yang masih belum paham dengan arah pembicaraan Rehan.

"Ya, kau bilang aku bersikap dingin dan hangat secara tiba-tiba. Tapi bukan hanya aku yang begitu. Kamu pun berubah sikap secara tiba-tiba."

Bukan Istri Impian (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang