Happy Reading guys!
Rehan memasukki ruang sidang perceraian dirinya bersama Kiara.
Disana terlihat ada beberapa orang saksi, beberapa hakim dan Kiara yang sedang duduk di salah satu dari dua kursi yang berada di hadapan hakim.
Rehan segera berjalan mendekati Kiara. Ingin rasanya Rehan meminta penjelasan kepada Kiara sekarang juga atas apa yang telah Kiara sembunyikan selama ini darinya. Karena kehamilan Kiara merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi Rehan dan mengetahui keberadaan bayi yang sedang Kiara kandungan adalah haknya, karena dia adalah suaminya sekaligus ayah dari janin yang akan lahir dari rahim Kiara kelak.
"Mas sudah datang." ujar Kiara saat Rehan telah berada tepat di depan Kiara.
Rehan berbalik badan untuk menghadap kepada hakim.
"Kami tidak jadi bercerai!" ujar Rehan dengan lantang di depan semua orang.
"Kenapa Mas?"
Kiara merasa bingung, mengapa Rehan tiba-tiba membatalkan perceraian mereka setelah dia setuju untuk bercerai dengannya.
Rehan berbalik badan, lalu menarik tangan Kiara untuk keluar dari ruangan itu. Kiara yang masih merasa bingung pun hanya bisa mengikuti kemana Rehan akan membawanya pergi.
Hingga tibalah mereka di mobil Rehan. Kiara masuk ke mobil itu begitupun Rehan juga masuk kedalam mobil itu. Tidak berapa lama mobil itu pun melaju membelah jalan yang cukup ramai namun lancar.
"Ada apa sebenarnya ini Mas? Mengapa Mas tiba-tiba membatalkan perceraian kita?" tanya Kiara yang merasa sangat penasaran atas, jawaban yang akan dikatakan Rehan.
"Aku sedang menyetir mobil."
Jawaban yang telah Rehan berikan tidak dapat menenangkan hatinya. Ya memang Kiara tau jika Rehan sedang membawa mobil, tapi hatinya tidak dapat menunggu.
Dan tibalah mereka di rumah. Rehan segera menarik Kiara ke dalam rumah.
"Apa maksudnya ini?" ujar Rehan sambil memberikan surat yang dia temukan di kamar Kiara.
"Surat apa ini Mas?" tanya Kiara yang belum mengetahui isi dari surat itu.
"Buka."
Kiara pun menuruti apa yang dikatakan Rehan. Dia mulai membuka surat itu lalu dia langsung menyadari bahwa surat itu adalah miliknya.
Kiara sangat terkejut melihat surat itu ada di tangan Rehan.
"Da.. dari mana Mas mendapatkan surat ini?" tanya Kiara dengan wajah yang sedikit takut.
Ya dia takut jika Rehan tidak menginginkan bayi ini, atau bahkan menyuruhnya untuk menggugurkan bayi yang ada dalam kandungan Kiara. Tidak, tidak akan Kiara biarkan hal itu sampai terjadi. Apapun yang akan terjadi nanti, Kiara akan tetap mempertahankan bayi ini hingga dia lahir ke dunia dengan selamat.
"Tidak penting aku dapat dari mana. Yang terpenting sekarang adalah mengapa kamu merahasiakan kehamilanmu? Bukankah anak yang ada di dalam kandunganmu juga anakku? Aku berhak mengetahui keberadaannya bukan." ujar Rehan dengan penuh emosi.
Ya Rehan kecewa, sangat kecewa kepada Kiara yang bisa-bisanya menyembunyikan hal sepenting itu darinya.
"Jawab!" ujar Rehan lagi saat melihat Kiara yang tidak kunjung menjawab pertanyaan darinya.
"I.. iya Mas. Ini adalah anak Mas. Tapi aku mohon biarkan anak ini hidup. Jika Mas tidak menginginkannya, aku masih menginginkannya. Biar aku yang mengurusnya sendiri." jawab Kiara dengan perasaan takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Istri Impian (End)
RomanceWanita hanya mengharapkan pernikahan yang berjalan dengan lancar dan bisa menjalani pernikahan itu dengan harmonis. Namun, tidak semua wanita mendapatkan hal yang diinginkannya. Ada sebagian wanita mungkin mendapatkan pernikahan dan suami impian me...
