"Hay guys, dimasa pandemi ini sangat rentan terkena penyakit. Jadi jaga kesehatan, pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan jika perlu minum vitamin untuk menambah kekebalan tubuh kita ok"
Jangan lupa jaga kesehatannya ya.
"Jidan sedang menunggumu di rumah." Jawab Sinta sambil mengelus lembut rambut Keyla.
"Kenapa dia tidak ikut menjemputku Mah?" Tanya Keyla yang merasa ada hal yang mereka sembunyikan darinya.
"Dia sedang kurang enak badan." Jawab Sinta lagi.
"Jidan sakit Mah?" Tanya Keyla sedikit khawatir.
"Tidak. Hanya kelelahan."
"Ayo kita pulang sekarang. Aku ingin segera bertemu dengan Jidan." Ajak Keyla.
"Iya, ayo." Ajak Sinta.
Mereka pun berjalan menuju mobil untuk segera pulang menuju ke rumah Keyla. Mobil itu mulai berjalan untuk keluar dari halaman kantor polisi lalu terjun ke jalan raya yang cukup ramai oleh lalu lalang kendaraan.
Keyla menyadari ada hal yang mereka sembunyikan darinya, entah apa itu yang pasti Keyla harus segera bertemu dengan Jidan sekarang.
"Kak apakah kamu ingin membeli sesuatu dulu sebelum pulang?" Tanya Kiara.
"Tidak Kiara, sekarang aku hanya ingin bertemu dengan Jidan. Ada hal yang ingin aku katakan padanya." Jawab Keyla sambil terus melihat jalan raya.
Setelah Keyla mengatakan hal itu keadaan menjadi tenang tanpa pembicaraan. Yang terdengar hanya deru mesin mobil yang berjalan serta klakson mobil dari luar sana yang ikut meramaikan keadaan yang begitu sepi itu.
"Kiara." Panggil Keyla.
"Iya Kak." Jawabnya.
"Aku tahu jika aku punya banyak salah kepadamu. Dan aku juga tahu jika kamu adalah wanita yang baik. Maka katakan yang sejujurnya padaku." Ujar Keyla tanpa menatap Kiara sedikitpun.
"Maksud Kakak apa?" Tanya Kiara yang masih bingung dengan arah pembicaraan Keyla.
"Dimana Jidan?" Tanya Keyla sekaligus membuat Kiara terkejut seketika. Keyla berbalik untuk melihat kawat bicaranya.
Kiara diam untuk sesaat, dia bingung harus menjawab apa jika sudah begini. Haruskah dia meneruskan kebohongan Mamahnya atau menjawabnya dengan kejujuran sesuai dengan keinginan kakaknya?
Kiara dilema dibuatnya. Ini seperti berdiri diantara dua kubu yang bertolak belakang membuat Kiara bingung harus memilih yang mana.
"Kiara, Kakak mohon jawab Kakak dengan jujur." Ujar Keyla lagi karena tidak kunjung mendapatkan jawaban.
"Dimana Jidan, Keyla? Tanya Keyla lagi.
"Sebentar lagi kita akan sampai di rumah. Tunggulah hingga kita sampai ya Kak." Alibi Kiara agar Keyla tidak terus bertanya kepadanya.
"Kakak ingin kalian berkata jujur padaku, apakah itu sulit?" Tanya Keyla.
"Mah, dimana Jidan Mah. Dimana suamiku?" Tanya Keyla dengan wajah yang sedih serta mata yang mulai meneteskan air mata.
"Dia pergi." Jawab Sinta dengan jujur sambil menahan tangisnya.
Sinta merasa sangat sedih dan bahagia secara sekaligus. Mengapa disaat Keyla bebas dari penjara, Jidan malah pergi dari sisinya?
Sinta tidak sanggup jika harus terus melihat putrinya dirundung kesedihan.
"Jidan pergi kemana?" Tanya Keyla.
Lagi air matanya menetes lebih deras, ketakutannya telah menjadi kenyataan. Jidan pergi meninggalkannya tanpa sempat pamit atau salam perpisahan. Dia pergi begitu saja tanpa sepatah kata yang dia ucapkan sebagai kata perpisahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Istri Impian (End)
RomanceWanita hanya mengharapkan pernikahan yang berjalan dengan lancar dan bisa menjalani pernikahan itu dengan harmonis. Namun, tidak semua wanita mendapatkan hal yang diinginkannya. Ada sebagian wanita mungkin mendapatkan pernikahan dan suami impian me...
