Part 6

42K 2.4K 32
                                        

"Kiara!....." teriak Keyla dari arah ruang tamu.

Kiara bergegas pergi mengampirinya, dia takut jika hala-hal buruk terjadi pada Keyla. Dia begitu khawatir hingga baju yang belum disetrika ditinggalkan begitu saja.

"Ada apa Keyla? " tanya Kiara dengan penuh khawatir.

"Ada apa, ada apa lihat tuh, ada kecoa di bawah meja. Aku geli tau sama kecoa. Aku tidak mau tau pokoknya kamu harus tangkap itu kecoa sekarang juga! " jawab Keyla dengan penuh amarah.

Kiara mulai mencari kecoa di bawah meja, kursi, lemari dan seisi ruang tamu. Tapi tetap tidak ketemu juga. Kiara bingung harus kemana dia mencari kecoa yang telah disebutkan Keyla tadi.

Sedangkan Keyla yang kini masih berdiri santai sambil melihat ponsel canggihny hanya tersenyum senang melihat Kiara yang begitu sibuk mencari keberadaan kecoa yang bahkan keberadaannya saja tidak diketahui ada atau tidaknya.

Yups benar sekali, Keyla hanya ingin mengerjai Kiara. Dia begitu tidak suka kepada Kiara karena telah merebut kekasihnya dan bagaimana pun caranya dia akan terus menyiksa Kiara hingga dia puas.

"Tidak ada kecoanya Keyla" ujar Kiara yang masih terus mencari keberadaan hewan menjijikan tersebut.

Betapa kasihan nasib Kiara ya g terus mengalami penderitaan di dalam hidupnya. Entah apa kesalahannya hingga dia harus menjalani kehidupan yang begitu menyakitkan.

"Kamu cari saja terus, mingkin kecoa itu sekarang sedang bersembunyi" jawab Keyla sambil menahan tawanya.

Sebenarnya Keyla ingin sekali tertawa, tapi dia tetap menahannya agar Kiara terus mencari keberadaan kecoa itu.

Tanpa sengaja telinga Kiara mendengar suara tawa meskipun suara itu terdengar samar-samar. Kiara mulai menajamkan pendengaranya hingga dapat di pastikan bahwa suara tawa itu berasal dari Keyla.

Kiara mencoba menahan amarah yang mulai muncul dalam dirinya, berulang kali Kiara berucap istigfar agar hatinya di beri ketabahan oleh Allah swt.

"Apa kau mengerjaiku?" tanya Kiara dengan santai.

"Mengerjaimu? Tidak mungkin" jawab Keyla.

Keyla merasa bingung, bagaima Kiara bisa tau kalau dia sedang dikerjai. Bukankah sejak tadi Keyla menahan tawanya?

"Jujur sajalah. Aku tau itu Keyla" ujar Kiara lagi.

"Kalau iya, kenapa? " tanya Keyla dengan menantang.

Ya tentu saja dia berani karena jika terjadi sesuatu pada Keyla, maka Kiaralah yang akan disalahkan. Bahkan Keyla akan sangat senang jika Kiara dihukum karena dapat membuat hidup Kiara semakin menderita. Dia berharap agar Kiara membenci Rehan dan begitu pun sebaliknya agar tidak ada satu pun wanita yang dapat merebut Rehan darinya.

"Kenapa kamu berbuat seperti itu padaku? Apakah kamu belum puas menyiksaku barusan? " tanya Kiara.

Kiara marah kepada Keyla, marah karena telah berbuat semena-mena padanya padahal Kiara tidak pernah membuat Keyla marah, tapi entah mengapa Keyla selalu saja mempersulit hidupnya.

Ingin rasanya Kiara membalas, namun hatinya tidak sanggup untuk melakukannya. Kiara takut akan murka Allah swt jika dia berbuat jahat. Biarlah orang lain melukai Kiara, asalkan Kiara tidak melukai mereka.

"Aku akan membuat hidupmu menderita" jawab Keyla dengan penuh kebencian.

"Tapi mengapa Keyla? Kenap kamu berbuat seperti itu? " tanya Kiara.

"Tidak usah berpura-pura bodoh deh kamu, kamu telah merebut Rehan dariku. Dan aku benci itu" jawab Keyla.

"Maaf"

"Maaf kamu bilang? Maaf tidak dapat memutar kembali waktu bukan? Maaf tidak dapat membuat kamu bercerai dengan Rehan bukan, maka diamlah" ujar Keyla.

Ya Keyla pernah berbicara agar Rehan bercerai saja dengan Kiara, tapi nihil. Rehan tidak bisa menceraikan Rehan karena orang tuanya sangat menyayangi Kiara. Jika dia meminta cerai itu sama saja dengan dia bunuh diri.

Kenapa seperti itu? Karena apa yang di inginkan orang tuanya harus terpenuhi, jika Rehan berani membantah atau menolak, maka jangan harap jika Rehan bisa kembali ke rumah atau menikmati fasilitas yang di miliki orang tuanya. Dan Rehan tidak ingin itu terjadi, karena dia sangat menyayangi kedua orang tuanya dan tidak sanggup jika harus berpisah darinya.

"Ini semua sudah kehendak Allah swt Keyla, cobalah untuk menerimanya" ujar Kiara dengan lembut.

"Bilang saja kalau kamu senang kan bisa menikah dengan Rehan. Pria kaya, tampan, tinggi, putih dan sempurna sepertinya" ujar Keyla dengan penuh kemarahan.

"Jika aku tau Mas Rehan telah memiliki kekasih, maka aku akan menolak pernikahan ini. Tapi maaf semua ini telah terlanjur"

"Aku benci kamu"

Tanpa Kiara sadari Rehan telah pulang dari kantor dan hampr masuk ke rumah, pada saat Rehan memasukki rumah tiba-tiba tangan Keyla memegang tangan Kiara kemudian menamparkan tangan Kiara ke wajahnya, kemudian berpura-pura jatuh ke lantai.

"Kamu jahat sekali Kiara!" ujar keyla sambil berpura-pura menangis.

Sedangkan Kiara bingung sebenarnya apa yang terjadi kepada Keyla? Mengapa dia menampar pipinya dengan tangan Kiara. Dan dalam keadaan bingung yang menerpa Kiara datanglah seorang pria kemudian membantu Keyla untuk bangkit dari lantai.

"Ternyata ini ya sifat asli kamu" ujar Rehan dengan penuh kekecewaan.

"Ada apa sayang? Kenapa Kiara bisa tampar kamu? " tanya Rehan dengan sangat halus kepada Keyla

"Rehan, dia tampar aku hingga aku jatuh. Dia bilang dia benci aku karena kamu lebih mencintaiku daripada dia" ujar Keyla.

"Kiara! "

"Tidak Mas, tidak seperti itu" ujar Kiara mencoba menjelaskan.

"Diam! "

"Semuanya sudah jelas, kamu tudak perlu menjelaskan apapun lagi" ujar Rehan dengan penuh amarah.

"Sekarang kamu keluar dari rumah ini! " ujar Rehan.

"Tapi Mas"

Rehan segera menarik tangan Kiara keluar rumah, kemudian mendorong tubuh Kiara hingga Kiara terjatuh ke lantai membuat tubuhnya menghantam kerasnya lantai.

Kiara tidak memperdulikan rasa sakit dari benturan tadi, dia mencoba bangkit secepat yang dia bisa untuk kembali memasukki rumah.

"Mas izinkan aku masuk Mas" ujar Kiara sambil mencoba masuk.

"Malam ini kamu tidur di luar" ujar Rehan tanpa perasaan.

Rehan kembali mendorong tubuh mungil Kiara dengan tenaga yang lebih keras hingga tubuh Kiara terlempar lebih jauh dari yang tadi kemudian menghantam tiang yang ada di teras rumah.

Naas tanpa sengaja kepala Kiara menghantam tiang dengan cukup keras hingga membuat kening Kiara mengeluarkan darah yang cukup banyak.

Blam

Pintu tertutup dengan cepat dan keras menimbulkan suara yang cukup nyaring.

Kiara terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri. Tidak ada yang tau atau perduli padanya. Terdiam bersama hembusan angin malam yang begitu dingin hingga menyelinap ke tulang yang terdalam.

Bukan Istri Impian (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang