Part 33

36.1K 1.4K 12
                                        

Hay guys,
Happy Reading Guys.

"Mas masih lama ya ngantrinya." kaluh Kiara yang merasa bosan karena sejak tadi dia mengantri tapi belum dapat gilirannya juga disebabkan antrian yang cukup panjang.

Sekarang mereka sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta yang menurutnya sangat ramai. Entah karena Kiara datang disaat yang tidak tepat atau memang dia sekarang sedang tidak beruntung.

"Sabar, setelah beberapa orang yang ada di depan kita selesai maka kita akan segera pulang." bujuk Rehan.

Kiara merasa menyesal setelah dia makan sate dia malah memilih untuk belanja kebutuhan rumah dibandingkan langsung pulang untuk beristirahat.

Kakinya terasa pegal karena terlalu lama berdiri untuk mengantri.

"Mas, aku kelupaan sesuatu. Tunggu di sini ya aku akan ambil sebentar." ujar Kiara yang baru ingat bahwa susu ibu hamil untuknya lupa dia beli.

"Biar Mas saja yang ambil, kamu yang tunggu disini." ujar Rehan.

Ya Rehan tidak ingin jika Kiara merasa lelah karena terlalu banyak berjalan dan beraktivitas disaat dia sedang hamil.

"Tidak perlu Mas, biar aku saja." tolak Kiara.

"Sayang, kamu sekarang sedang hamil. Tidak boleh banyak gerak. Kamu katakan apa yang perlu diambil, biar Mas yang ambilkan." bujuk Kiara.

"Susu ibu hamil, tapi aku lupa namanya. Aku hanya ingat bungkusnya saja. Jadi biar aku saja yang ambil ya."

"Ya sudah, hati-hati. Jangan terburu-buru, Mas akan menunggumu."

"Ok Mas." jawab Kiara sambil membuat huruf O dengan jarinya.

Kiara mulai mengitari rak-rak susu yang jumlahnya cukup banyak. Sebenarnya Kiara merasa bingung karena dia melupakan susu mana yang dia minum karena dia juga baru mencoba sekali.

Senyum Kiara seketika terbit saat dia melihat susu yang dia cari sejak tadi sekarang ada di depanya. Kiara segera mengambil beberapa kotak susu rasa coklat yang dia sukai hingga tanpa sengaja dia menjatuhkan satu kotak susu.

Kiara mengambil kotak susu yang terjatuh itu. Tanpa dia sadari kalung yang dia gunakan terjatuh karena tersangkut oleh tas yang sedang dia gunakan.

Kiara berdiri lalu pergi untuk kembali kepada Rehan yang sedang antri di kasir.

Sedangkan seorang wanita paruh baya yang melihat kalung Kiara terjatuh langsung mengambilnya lalu mengejar Kiara untuk mengembalikan kalung yang terjatuh itu.

"Nak tunggu, tunggu kalungmu terjatuh."

Namun naas Kiara tidak mendengar teriakan wanita itu. Wanita paruh baya itu terus mengejar Kiara, hingga akhirnya dia dapat meraih Kiara untuk menghentikan Kiara.

"Nak tunggu kalungmu terjatuh tadi." ujar wanita itu sambil tersenyum.

Wanita itu mengulurkan tangannya sambil melihat kalung itu. Wajah wanita itu sedikit berubah, wajahnya menampakkan keterkejutan saat melihat kalung milik Kiara.

"Ada apa dengan kalung saya Bu?" tanya Kiara yang menyadari bahwa wanita itu seperti terkejut saat melihat kalung Kiara.

"Ah tidak, kalung kamu bagus Nak. Kalau Ibu boleh tau, kamu dapat dari mana kalung ini?" tanya wanita itu dengan halus.

"Dari orang tua saya, Bu." jawab Kiara jujur.

"Oh begitu ya. Kalau begitu Ibu duluan ya." pamit wanita itu.

"Iya Bu, terimakasih."

Dan Kiara pun melanjutkan perjalanannya untuk menemui Rehan yang sedang menunggunya di kasir.

Bukan Istri Impian (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang