🍉 Tatapan Itu (?)

20.8K 707 16
                                        


[Follow sebelum baca. Jangan lupa tinggalkan jejak, makasii sudah mampir🤗]

03|| TATAPAN ITU (?)

Wajah-wajah lesu nan kusut siswa-siswi kelas XII IPA 1 seketika berubah cerah dan semangat ketika bel kebanggaan semua murid di SMA Bina Bangsa berbunyi. Waktunya istirahat. Empat jam mengerjakan dan menelaah mapel matematika membuat otak dan perut mereka tersiksa.

"Kayaknya gue salah jurusan deh Al," celetuk Windy kesal sembari merapikan buku-bukunya yang ikut berantakan mengikuti suasana hatinya.

Alea tertawa kecil. "Jangan bilang gitu. Yakin dong sama apa yang udah diputuskan dari awal."

"Lo ngomong gitu karena lo pinter. Gue yang ngang ngong ngang ngong tertekan anjir, empat jam suruh nyelesain masalah MTK. Masalah masalah dia kenapa jadi gue yang repot selesaiin. Dasar mapel gaje, prik, emosi banget gue sumpah."

Tawa Alea semakin menyembur keluar melihat ekspresi Windy sahabatnya. Memang terlihat emosi, tapi ngakak juga kalau dilihat-lihat. "Kamu juga pinter asal ada kemauan dan usaha. Semangkuy dong, yok lah ke kantin. Lupain dulu matematikanya."

Keduanya berjalan beriringan menuju kantin yang terletak tak jauh dari kelas mereka. Sesampainya di sana, belum terlalu banyak siswa yang datang.

"Pesen apa biar gue yang pesenin, cari tempat cepet keburu rame ntar."

"Seblak aja satu super pedes ya, minuman isotonik dingin satu. Thank you Winsayy."

Windy bergegas menuju stand penjual, sedangkan Alea memilih tempat untuk menikmati makanannya nanti.

"Tumben masih sepi," gumamnya memperhatikan sekeliling.

Baru lima detik Alea menyinggung kantin yang sepi, satu-persatu siswa lalu datang, mengisi kursi kursi yang kosong. Stand para penjual yang semula sepi mulai dipenuhi mereka yang baru datang.

"Untung tadi sepi," ujar Windy begitu datang membawa nampan berisi pesanan mereka.

"Iya ya, tumben," balas Alea membantu Windy menata makanan.

Remaja berambut sebahu itu menggidikkan bahunya. "Entah ya, tadi gue denger pada nonton ada murid berantem. Dih aneh banget jadi human, ngapain coba nonton orang berantem."

"Nah iya, kalau mau kan bisa berantem sendiri ya," balas Alea seraya mengaduk-aduk seblaknya agar uap panasnya cepat hilang.

Keduanya duduk berhadapan, menikmati makanannya masing-masing. Baru dua suap Alea menyantap seblak kuahnya, suasana kantin yang mendadak riuh membuatnya terganggu.

"Ada apa sih Win? Pada kayak kebakaran jenggot gitu?" heran Alea, meraih selembar tissue untuk ia gunakan mengelap bibirnya.

Windy menajamkan penglihatannya, memperhatikan sesuatu yang sepertinya menjadi sumber pemicu kericuhan di kantin.

"Oalahh, mereka dateng, pantes pada alay dadakan," gumamnya mengangguk-angguk paham.

Alea yang masih tak mengerti dengan gumaman Windy barusan, mengernyitkan dahi. "Hah? Mereka siapa?"

"Ck itu loh, Barra sama temen-temennya. Makanya jadi orang tuh yang update. Jangan info lomba saintek mulu yang lo ikutin."

"Barra yang kemarin kamu ceritain? Terus kenapa pada histeris gitu yang cewek-cewek? Dia buronan polisi apa gimana makanya pada histeris? Pada ketakutan gitu?" tanya Alea polos.

Windy menepuk jidatnya, gregetan. "Kenapa jadi buronan sih anjirr. Mereka histeris senengg, bukan takutt. Lo liat tuh orangnya," suruh Windy geram, menunjuk empat siswa yang baru masuk di area kantin dan langsung dilakukan oleh Alea.

ALEA'S Journey Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang