🍉 Done For Me

18.2K 716 233
                                        

Gweh ttp up meskipun kesel kalian gw tanyain ga mau jawab, tp gpp ak ttp syg kalian❤️

Follow akun gwe dong. Btw asli, gw lebih suka kalian komen dari pada vote. Suka lagi kalau dua-duanya:v

Song List: Done For Me - Punch.

50 || DONE FOR ME

Perempuan itu tersenyum tipis saat menatap pemandangan city night yang menyajikan indahnya gemerlap lampu lampu bangunan pencakar langit di sekitar tempatnya tinggal.

Waktu yang berlalu telah mengajaknya tumbuh menjadi dewasa. Dewasa yang tak lagi menyalahkan masa lalu. Dewasa yang tak lagi menyalahkan keadaan. Dan dewasa yang mulai menerima dirinya sendiri. Meski kadang, ia ingin membenci dunia, juga membenci sang pencipta, ia tetap bersyukur, ia telah melewati itu semua.

Jam telah menunjuk angka empat. Ia tak menyangka telah terjaga selama itu. Secangkir coklat hangat yang ia letakkan di meja pun sudah dingin lantaran ia abaikan sejak tadi.

"Mama?"

Wanita itu mematung saat indera pendengarannya menangkap sebuah suara yang asalnya tepat di belakangnya. Spontan, ia menoleh terkejut.

"Sayang?"

Lekas-lekas ia menghampiri sosok bocah yang nampak mengucek matanya, terduduk di atas ranjangnya. Bocah itu terus mengucek matanya yang mungkin perih karena masih ingin terlelap, namun tiba-tiba harus terbangun. Sang mama tahu, ia tak terbangun secara sengaja. Bocah itu memiliki kebiasaan buruk, sulit bangun di pagi hari.

Jika mengingat itu, ia kadang hanya bisa terkekeh tanpa suara. Atau jika tidak, ia hanya akan tersenyum. Senyum yang selalu ia ukir di saat ingatannya melayang ke masa lalu.

Mau tak mau, ia harus mengakui. Mengakui jika kebiasaan yang dimiliki putranya itu alamiah turunan dari sang ayah. Mau bagaimanapun, dia tetap ayahnya. Sekalipun tak berada di sini, nyatanya kebiasaan itu benar-benar menurun.

"What's wrong with you? Hm?" Diusapnya dengan penuh sayang pipi gembul sang putra yang benar-benar terasa halus saat bersentuhan langsung dengan kulitnya.

Bocah itu lekas-lekas menggeleng. Ia tiba-tiba berdiri, lalu berpindah tempat ke pangkuan sang mama.

Alea hanya tersenyum tipis, memaklumi tingkah putranya yang memang kadang tiba-tiba manja dengannya. Ia benar-benar memaklumi, mengingat selama ini, hanya dialah yang putranya miliki.

"Juna kenapa Sayang?" Ke-dua tangannya lalu meraih wajah mungil putranya. Anak itu nampak lesu, dan Alea tahu, penyebabnya bukan hanya karena masih mengantuk.

"No, Mam. Everything is okey. Don't be panic. Juna okey."

Senyum Alea terukir tulus, menatap putranya yang benar-benar sangat menggemaskan. Ia menyayangi bocah itu, lebih dari apapun, bahkan lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri.

Lima tahun yang lalu, tepatnya di hari ulang tahunnya sendiri, seorang bayi laki-laki telah lahir dari rahimnya. Meski harus melalui proses operasi, bahkan kondisi putranya dinyatakan lemah oleh dokter, Alea bersyukur, putranya ternyata sekuat itu.

Itulah yang menjadi salah satu alasan ia akhirnya menamai putranya dengan nama Arjuna Elvano. Arjuna dalam bahasa sansekerta bermakna bersinar terang. Sedangkan Elvano bermakna anak yang hebat, menyerap dari bahasa ibrani. Di nama itu, ia menyelipkan harapan dan doa, agar saat berada di situasi segila dan sehancur apapun, putranya tetap akan selalu bersinar dan berdiri sendiri di atas kakinya dengan kuat dan tak akan tumbang.

ALEA'S Journey Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang