Song List : Hello - Ost 18 Again.
[Bisa follow akunku ya. user32566954
Nyalain data, klik tanda bintang, terus ramein. Kuy baca!]
09 || MEET HIM, AGAIN
Setelah mendapatkan izin dari pihak sekolah untuk cuti sejenak dari KBM selama satu bulan lamanya, kini Alea harus kembali mengenakan seragam sekolahnya dan memulai aktivitas rutin di pagi hari, yakni pergi ke sekolah.
Tidak mudah untuk dia bisa benar-benar menepi dari kegiatan sekolahnya. Surat izin dari psikiater tidak cukup meyakinkan pihak SMA Bina Bangsa yang terkenal ketat kedisiplinannya. Harus ada jaminan Alea mengikuti pembelajaran meski istirahat di rumah.
Alea harus tetap mengirim rekap materi yang dikirim via online dari penjelasan video mapel yang gurunya rutin kirimkan setiap hari. Meski sedikit repot, Alea tidak masalah, karena dengan begitu, dia tidak akan tertinggal materi meski tidak berangkat ke sekolah. Dia juga bersyukur karena tidak perlu pergi ke sekolah di saat dia belum benar-benar siap bertemu sosok yang ia curigai sebagai pelaku pelecehan malam itu.
Namun kali ini, dia harus menguatkan dirinya karena akan kembali menginjakkan kakinya di bangunan yang sama dengan laki-laki perusak mahkotanya.
Dia menatap cermin besar di depannya, terus tersenyum dengan percaya diri agar Alea tidak merasa minder ketika mengingat sesuatu paling berharga di dirinya sudah hilang. Sesuatu yang gadis sebayanya miliki, dan dia sudah tidak punya.
"Nggak Alea. Itu bukan salah kamu. Mahkota kamu tetap ada. Seberapa berharganya kamu nggak terus-terusan ditentukan karena virginity." Berbagai afirmasi positif terus dia ucapkan seraya tersenyum tulus, dengan harapan, kepercayaan dirinya yang sempat hilang dapat kembali.
Namun, senyumnya tak bisa ia pertahankan berlama-lama terukir di bibirnya. Karena dia terus kembali murung setelah mengingat kenyataan dia sudah melakukan sex sebelum menikah. Belum lagi kemungkinan-kemungkinan buruk yang terus berputar di otaknya.
Alea tidak bisa menepis ketakutan jika nanti benih yang laki-laki itu tumpahkan di rahimnya akan berbuah. Dia juga tidak bisa menepis ketakutan jika tidak ada laki-laki yang bisa menerima kekurangannya. Alea menilai rendah dirinya sendiri. Dia tidak siap dengan ucapan jahat orang-orang jika rahasianya terbongkar.
"Tantee!" Alea yang semula murung langsung mengatur raut wajahnya sebaik mungkin begitu Lucio datang ke kamarnya dan langsung berlari menghampirinya.
Anak itu terlihat sangat menggemaskan dengan seragam sekolah yang terlihat pas di tubuh kecilnya. Lucio langsung menghujani wajah Alea dengan banyak kecupannya begitu Alea berjongkok hingga tingginya sejajar dengannya.
Alea tertawa geli, membalas aksi Lucio dengan menciumi anak itu juga. Bau minyak telon bercampur bedak bayi yang menguar dari anak itu membuat hidungnya dimanjakan.
Dia tak pernah keberatan harus dipanggil tante oleh keponakannya padahal usianya masih tujuh belas tahun. Faktanya, dia memang sudah jadi tante setelah lima tahun yang lalu kakak sulungnya mempunyai anak pertama. Cucu pertama di keluarganya.
Dibanding seperti Alvino yang selalu ngotot memprotes Lucio agar memanggilnya 'Kak Vino', Alea menerima posisinya dengan lapang dada. Dia tidak mau sok muda seperti Alvino, meskipun faktanya dia memang masih muda.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEA'S Journey
Fiksi RemajaUntuk sesaat, gadis yang saat ini tengah berdiri di balik jendela kamar seraya memegang cangkir seduhan coklat hangatnya itu memilih bersikap jahat dengan membenci Tuhan. Alea namanya. Ia telah salah mengambil keputusan untuk menemani sang sahabat...
