🍉 Not A Dream Wedding

22.9K 667 40
                                        

Song list : A Thousand Years - Christina Perri

Part ini panjang, awas gumoh

16 || NOT A DREAM WEDDING

Mengenakan dress sangat simple tanpa lengan dengan panjang sampai menyentuh tanah, Alea menatap pantulan dirinya di depan cermin kamar.

Satu minggu setelah orang tua Barra datang dan menyampaikan maksud mereka, Alea akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran mereka. Ia sudah memikirkan matang-matang, dan tentunya setelah mempertimbangkan banyak hal. Dan akhirnya, pernikahannya tiba di hari ini.

Setelah dipasangkan aksesoris kepala seperti bando bercorak bunga warna silver lengkap dengan veilnya, Alea menilai penampilannya sudah cukup jika untuk pernikahan sederhana ini.

Brokat, payet atau apapun itu sebagai variasi sama sekali tidak terdapat di gaun yang Alea kenakan. Benar-benar polos dan dinilai keluarganya terlalu sederhana. Mereka menawarkan agar Alea memilih gaun lain di butik milik ibunya sendiri saat fitting baju. Ada banyak pilihan gaun lain yang lebih glamor, mewah, dan lebih cantik. Mereka takut Alea menyesal tidak mengenakan gaun terbaik di hari sakralnya.

Namun, Alea tetap pada pilihannya di gaun putih gading itu. Dia aka memilih sesuatu yang membuatnya nyaman. Tak peduli bagaimana komentar orang lain. Lagi pula, gaun itu tidak seburuk yang dipikir. Nyatanya, ia merasa cantik saat mengenakannya.

Lalu, mengapa dia tidak menggunakan prinsip itu pada Barra? Alea memilih cowok itu sedangkan tidak ada kenyamanan yang ia rasakan dari sosok itu. Mungkin untuk masalah ini, Alea memiliki pengecualian. Alasannya, hanya dia yang tahu.

Hanya ada pernikahan sederhana di kediamannya. Rumah nyamannya disulap menjadi tempat dipenuhi bunga bernuansa putih yang membuatnya damai ketika memandang.

Mulanya, sempat ada penolakan dari pihak keluarga Barra. Mereka menuntut diadakan pesta besar-besaran untuk menuruti gaya hidup mereka yang hedon. Namun ayah dan ibunya berhasil membelanya untuk tidak mengadakan pesta besar-besaran di saat pernikahan yang terjadi hanya atas dasar paksaan.

"Udah yakin, kan?" tanya Sienna, menangkup wajah putri bungsunya.

Alea mengangguk, lalu tiba-tiba ingin menangis ketika melihat wajah ibunya tengah memandangnya begitu tulus. Tatapan seorang ibu yang amat menyayangi putrinya.

"Jangan putus doa buat aku ya ma," pintanya, kemudian menghambur ke dalam pelukan hangat sang mama.

Wanita yang bulan lalu usianya menginjak angka empat puluh lima itu mengangguk pasti, mendekap erat tubuh putrinya.

"Semoga Tuhan selalu kasih kemudahan di setiap kesulitan yang kamu hadapi," bisiknya, mengelus surai panjang Alea.

Keduanya mengurai pelukan, lalu saling tertawa kecil. Ibu jari Sienna mengusap air mata yang mengalir di pipi putrinya. Satu kecupan ia bubuhkan di kening si bungsu. Pelukan penuh kehangatan kembali terjadi.

"Ayo turun. Mereka sudah datang."

Alvian yang baru masuk, terkejut, melihat dua perempuan yang berharga di hidupnya tengah saling berpelukan penuh haru. Dia jadi ingin ikut menghambur, tapi gengsi.

"Peluk dongg," pinta Alea merengek seperti anak kecil seraya merentangkan tangan. Pria bertuxedo putih itu terkekeh kecil, kemudian menangkap tubuh kecil adiknya yang menghambur ke dalam pelukannya.

"Cantik banget, sih," puji Alvian menatap Alea yang berdiri di depannya. Untuk pertama kalinya, sosok kakak sulungnya yang dingin melontarkan pujian tentang penampilannya.

ALEA'S Journey Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang