🍉 Nightmare

21.7K 729 48
                                        

Song List: Dynasty - MIIA

20 || NIGHTMARE

"Bar."

Cowok yang tengah duduk di balkon yang menghadapkan ke pemandangan city night dengan kelap-kelip lampu bangunan pencakar langit itu menoleh ketika menangkap sebuah suara memanggil namanya.

"Ngapain lo ke sini?" tanya Barra dengan raut heran yang terdengar sinis di telinga Alea. Pikir Alea, kalimat itu lebih ke mengusir. Barra mengusirnya?

Alea menatapnya kesal. "Ngusir?"

"Ck. Lo gak liat gue lagi ngerokok?" decak Barra seraya memaparkan alasannya mengapa tak suka dengan kedatangan Alea ke balkon.

Perempuan itu manggut-manggut, kemudian terlihat ia tersenyum iseng. "Ternyata masih peduli juga kamu sama dia," gumam Alea setengah bercanda, mengusap perutnya dari luar kaos yang dikenakan.

Cowok itu mengabaikan ucapan Alea yang tak ia mengerti atas dasar apa dia mengatakannya. Ia menyesap lamat-lamat rokoknya yang masih panjang karena memang baru ia nikmati beberapa menit yang lalu.

"Enak ya, ngerokok?" tanya Alea, iseng. Dia ingin tahu apa yang Barra rasakan ketika merokok. Apa cowok itu merasa lebih baik setelah merokok?

"Hm."

"Kecanduan?"

Barra bungkam, menatap ke bawah sana. Alea turut memperhatikan apa yang dipandangi Barra sampai mengabaikan pertanyaannya. Memang indah. Lampu-lampu itu menyala terang. Pantas Barra lebih memilih menatapnya dibanding menjawabnya.

"Kalau aku minta kamu berhenti ngerokok, kamu mau?"

Pertanyaan yang ini mendapatkan respon lebih dari Barra. Cowok itu yang tadinya menatap ke bawah sana, beralih menatapnya. Raut wajahnya nampak kesal.

"Siapa lo ngatur ngatur?"

Alea tidak lagi terkejut atau bahkan tersinggung mendengar respon Barra. Dia bahkan sudah menebak akan direspon demikian.

"Nggak ada niat ngatur sih. Kalau kamu peduli sama anak kamu, harusnya kamu tau harus ngapain."

"Cih, bawa-bawa anak," sinisnya, mengepulkan asap rokoknya dengan santai.

"Nggak juga. Bayangin rokok itu ngerusak organ dalam kamu, terus ngurangin waktu kamu hidup di dunia ini. Kamu nggak mau liat anak kamu tumbuh besar?"

Selalu saja. Alea selalu memiliki alasan yang tak Barra sangka. Perempuan itu selalu bisa membuatnya bungkam karena kalimatnya yang tak pernah terpikirkan olehnya.

"Itu sih kalau kamu mau liat dia besar. Kalau nggak yaa, terserah kamu mau ngapain aja. Terus-terusin aja berantakin hidup kamu sendiri."

"Maksud lo tuh, apa sih, ngomong kayak gitu?" Barra mulai kesal dengan kebiasaan Alea. Cowok itu mengaku bodoh jika Alea berbicara dengan bahasa yang terlalu rumit.

Alea menatap langit yang malam ini cerah, tidak mendung seperti biasanya. Ia menatap satu bintang yang paling bersinar di antara yang lain.

Barra mengikuti arah pandang Alea, menatap langit yang rupanya tak kalah gemerlap dari pemandangan city night.

"Rokok itu bukan solusi, Bar," ucap Alea setelah tadi hanya bungkam. Ia masih menatap ke atas.

ALEA'S Journey Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang