Song List: Selamat Tinggal - Virgoun ft Audy
Suka lagunya, bukan orangnya WGWGWGWG
52. SELAMAT TINGGAL
Saat melihat Juna berlarian seraya tertawa lepas bersama om-omnya serta sepupu sepupunya, Alea merasa itu adalah kebahagiaan yang tidak ada tandingannya.
Melihat Juna bahagia, Alea merasa itu sudah lebih dari cukup dibanding apapun. Ia tidak membutuhkan apapun lagi. Dia hanya ingin melihat Juna-nya selalu dikelilingi kebahagiaan dan orang-orang yang menyayanginya.
"Juna! Come here boy, Om bawa es krim nih!"
Alea menoleh saat Alvian tiba-tiba datang lalu duduk di sampingnya. Ia membawa plastik berisi banyak sekali snack. Tak lama setelahnya, Juna, Lucio, beserta adik Lucio yang juga seumuran Juna langsung datang dengan antusias.
Usai mengucapkan terima kasih, mereka kembali bermain-main di lapangan bersama Alvino. Alea sendiri tetap duduk di kursi teras, ditemani Alvian.
"Gimana rencananya setelah ini? Mau tetep di sini?" Suara Alvian memecah kesunyian yang sempat mengisi. Atensi Alea yang semula sepenuhnya pada Juna, kini terbagi pada kakaknya juga.
Ia tertawa kecil, kemudian menggeleng. "Nggak lah, Kak. Kuliahku gimana dong nanti?"
"Terus? Kapan balik?"
"Mungkin minggu depan? Belum pasti juga." Alea menjawab dengan raut mengira-ngira.
Alvian mengangguk paham. "Terus? Hubunganmu sama suamimu gimana?"
Kalimat yang dipilih Alvian terdengar sedikit mengganggu di telinga Alea. "Mantan suami, Kak," ralatnya, sengaja memperjelas.
Alvian terkekeh tanpa suara, seolah menganggap lucu ucapan Alea barusan. Ia menatap adiknya seraya menggeleng dan tersenyum. "Nggak Alea. Dia masih suami kamu. Kalian belum cerai."
Alea melotot tidak terima mendengar itu. Ia menegakkan cara duduknya, menatap serius pada Alvian. "Kak, kita lima tahun pisah. Nggak ada hubungan apapun lagi," ucapnya meyakinkan.
"Iya Kakak tau, tapi kalian tetep masih sah suami-istri. Selama apapun kalian pisah rumah, selagi belum jatuh talak dia ke kamu, kamu masih istri dia."
Alvian turut menegakkan tubuhnya, mendekat pada Alea yang menatapnya shock. "pertanyaannya, dia udah pernah talak kamu?" tanyanya, terdengar menantang.
Alea terdiam, tak bisa membantah. Perlahan, ia menggeleng. Dan setelahnya, Alvian tersenyum puas lantaran dugaannya benar.
"Tapi aku udah pernah minta cerai ke dia!" elak Alea, terlihat panik.
Alvian tidak terlihat goyah. Ia tetap tenang, tak termakan emosi Alea. "Dia iyain nggak?" Lagi-lagi, pertanyaannya terdengar menantang.
Seingat Alea, saat ia meminta cerai dengan Barra, cowok itu diam. Tidak menjawab. Lagi-lagi, pendapatnya kalah. Ia kembali menggeleng.
"Ya berarti belum jatuh talak. Kalian belum cerai," putusnya dengan amat enteng.
Alea mendesah lesu. Ia ingin memarahi Alvian, tapi kan pria itu tidak salah apa-apa. Dia justru meluruskan pendapatnya yang selama ini salah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEA'S Journey
Teen FictionUntuk sesaat, gadis yang saat ini tengah berdiri di balik jendela kamar seraya memegang cangkir seduhan coklat hangatnya itu memilih bersikap jahat dengan membenci Tuhan. Alea namanya. Ia telah salah mengambil keputusan untuk menemani sang sahabat...
