🍉 Yang Tidak Alea Ketahui

21.2K 701 19
                                        

Song list: Psycho - red velvet

19 || YANG TIDAK ALEA KETAHUI

Sepasang mata yang terpejam itu mengerjap perlahan ketika merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya. Dahinya mengernyit dalam, tersadar ada yang tidak beres.

"Astaghfirullah." Alea reflek istighfar ketika matanya benar-benar terbuka sepenuhnya dan mendapati tubuhnya tengah menempel di tubuh Barra. Nemplok seperti cicak di dinding.

Tangannya yang melingkar erat di perut Barra, cepat-cepat ditarik. Untung cowok itu tidak sadar. Jika Barra tahu, bisa-bisa dia diamuk.

Pipi Alea memanas. Dia jadi malu. Padahal semalam, dia yang koar-koar mengatakan tidak boleh melewati batas guling. Namun yang sekarang terjadi, dia bukan hanya melewati batas yang ditentukan, malah sampai menempel erat di tubuh Barra.

Alea tidak mungkin membiarkan Barra terus-terusan hidup tanpa beribadah kepada Tuhan. Dia tidak boleh membiarkan Barra hidup namun berjauhan dengan yang memberinya hidup. Tak peduli jika Barra akan menyemprotnya dengan kalimat-kalimat yang tidak enak didengar, Alea akan tetap membangunkannya.

"Barra. Bangun."

Alea menggoyangkan pelan lengan Barra seraya terus menyebut namanya sampai akhirnya cowok itu menciptakan pergerakan.

"Sholat Bar," tutur Alea, melepaskan tangannya dari lengan Barra.

Cowok itu mengubah posisi tidurnya. Meraih guling lalu dipeluknya sangat erat.

"Bar, sholat. Kamu boleh sombong ke orang, tapi jangan sombong ke Tuhan."

Ucapan Alea membuat Barra membuka matanya meski setengah. Cowok itu pasti masih mengantuk berat. Dia tak biasa dibangunkan subuh-subuh.

"Bangun," suruhnya.

Cowok itu menatapnya dengan mata menyipit, tak biasa dengan terangnya cahaya lampu yang menyala. Alea memang sudah menyalakan lamu utama.

Perlahan, cowok itu terduduk, memegangi kepalanya yang cukup pening.
"Lo sengaja apa gimana sih, rusak tidur nyenyak gue?! Gue udah bilang, gue gak sholat. Kuping lo bener-bener budeg ya?! Apa otak lo juga gak berfungsi dengan baik?!"

"Silakan keluarin dulu umpatan kamu. Aku tau kamu kesel dipaksa bangun. Itu lebih baik dibanding kamu tidur nyenyak tanpa ngumpat ke aku tapi nggak sholat."

"Gue nggak sholat, Alea," tekan Barra dengan ekspresi yang mulai tersulut. "Lo kalau mau bikin gue malu, gak gini caranya," sambungnya yang tak dimengerti oleh Alea.

"Maksudnya gimana?" tanya Alea dengan raut kebingungan yang kentara.

Cowok itu menghela napas panjang, sebelum menatap wajah Alea dengan ragu-ragu.
"Gue gak bisa sholat," akunya, lalu menatap ke sembarang arah. Ia tak mempunyai banyak kepercayaan diri setelah mengatakan aib memalukan itu pada Alea yang masih ia anggap orang lain.

Nyatanya, respon Alea sama sekali tak sesuai dengan ekspektasinya. Pikirnya, perempuan itu akan mentertawakannya, atau minimal mengejeknya. Namun yang terjadi, perempuan itu justru tersenyum simpul.

"Udah berapa lama?"

Barra terdiam, nampak tengah berpikir. Mungkin cowok itu berusaha mengingat kapan terakhir ia sholat.
"Terakhir waktu SD." Pengakuannya cukup membuat Alea terkejut. Namun, mencegah Barra malu, ia menyembunyikan keterkejutannya.

"Pas ujian praktik," sambungnya, semakin membuat Alea shock. Terakhir Barra sholat pun, tidak serius sholat, melainkan karena memenuhi ujian praktik.

"Bacaannya, nggak hapal?" tanya Alea, yang meskipun ia tahu kemungkinan besar jawaban Barra, namun tetap bertanya.

ALEA'S Journey Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang