🍉 Usai

21.1K 888 251
                                        

Song list : Tak Ingin Usai - Keisya Levronka.

Judulnya usai tp lagunya tak ingin usai WKWK.

57 || USAI

"Apa nggak ada kesempatan lagi buat aku Al?" Barra menahan Alea, melingkarkan ke-dua tangannya di pinggang ramping Alea.

Ia mematung. Tangannya terangkat, hendak menyentak Barra. Tapi saat melihat cowok itu begitu nyaman menduselkan wajahnya di perutnya, bahkan napasnya sampai terdengar teratur, Alea memilih memberi waktu sebentar untuk Barra, sebelum akhirnya dia tak akan melihat wajah ini lagi nanti.

"Apa kamu nggak tau? Bukan cuma kamu, aku juga terluka, Alea."

"Setelah Papa hilangin paksa ingatan aku tentang kamu, Papa ajak aku ke tempat yang benar-benar kotor dan memaksa mengubah pola pikir aku."

Barra mengadu, benar-benar mengadukan semua ketakutan yang selama ini ia pendam seorang diri, dan baru ia ungkapkan pada Alea.

"Masih ingat tatto ini?" Barra menunjuk tatto huruf DVS, yang terukir, sepertinya permanen, di dekat telinga Barra.

Alea mengangguk. Ia lalu kembali duduk, mendorong bahu Barra agar duduk juga sepertinya dan tak lagi memeluknya.

"Aku nggak akan lagi nutupin apapun dari kamu, karena aku nggak tau, mungkin ini kesempatan terakhir aku bisa bicara berdua dari hati ke hati sama kamu."

Sebelum kembali bercerita, Barra lebih dulu menarik napasnya dalam-dalam. Ia kembali menatap lurus. Bola matanya kosong, tak menentu ke arah mana ia memandang.

"Deimos Van Sannêlo. Organisasi gelap yang berdiri sejak delapan puluh tahun yang lalu. Kepemimpinannya diwariskan secara turun-temurun." Barra terkekeh kecil, mengusap tatto itu dengan telunjuknya.

"Dulu, aku digadang-gadang akan jadi penerus ke-tujuh setelah Papa yang udah berkuasa selama dua puluh tahun, akhirnya berhenti."

Sejak dulu, Barra menolak keras untuk menduduki singgasana kepemimpinan organisasi yang menjadi backing Zemanardo Group hingga dapat bertahan di tengah persaingan bisnis yang kian ketat.

Ia tidak tertarik untuk mengotori tangannya dengan memimpin organisasi yang sepak terjang pergerakannya berada pada tindak kejahatan dan kriminal.

Memangnya dari mana sumber keuangan untuk mempertahankan kesuksesan dan kejayaan Zemanardo Group jika bukan dari DVS. Komplotan penjahat kelas kakap yang diam-diam beroperasi dengan kantor pusat di Prancis.

"Tepat setelah ingatanku dihapus, aku dibawa ke tempat itu, dibunuh secara perlahan di sana."

"Mental anak sekecil itu harus dipaksa sekuat mereka. Badan sekecil itu, harus tahan banting dicaci sama ayah sendiri."

Pembunuh bayaran dengan harga fantastis menjadi salah satu job andalan organisasi tersebut. Sejak kecil, Barra sudah dikenalkan kinerja mereka oleh ayahnya. Kala itu, ia sempat tertarik menjadi seperti ayahnya.

Ia merasa keren ketika diajari menembak oleh salah seorang pembunuh bayaran andalan Deimos Van Sannêlo. Saat berhasil menembak seekor rusa sampai terbunuh menggunakan tangannya sendiri, Barra merasa mendapatkan mainan baru. Ia menyukai ketika darah dari rusa itu mengucur deras setelah perutnya ia tembak.

Pun di saat ayahnya memperlihatkan padanya bagaimana canggihnya sistem keamanan DVS ketika memantau pergerakan musuh-musuh bisnis yang ada di Indonesia. Bisnis sebesar itu sudah tentu memiliki sistem keamanan untuk memantau perkembangan dan sesuatu yang mengancam perusahaan.

ALEA'S Journey Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang