🍉 Barra: Bad Papa

26.5K 838 48
                                        

Song List: Lily - Alan Walker

13|| BARRA: BAD PAPA

Langkah lelaki jangkung itu begitu lebar menyusuri koridor gedung sekolahnya yang mulai sepi menjelang sore hari. Seseorang perlu dia temui. Seseorang yang beberapa hari terakhir ini mengganggu ketentraman hidupnya.

Bruakk!

Berdiri di depan sebuah kelas, tanpa basa-basi, kakinya langsung menendang pintu bercat putih itu hingga terbuka bahkan rusak di bagian bawahnya.

Perempuan yang hanya seorang diri di dalam ruangan itu terperanjat. Jantungnya spontan berhenti berdetak untuk beberapa detik, sampai akhirnya kembali berdegup dengan kencang ketika melihat seseorang lain masuk ke ruangan yang ia tempati sekarang.

Keduanya beradu pandang. Tatapan sengit penuh kebencian milik lelaki tadi, serta tatapan takut perempuan bertubuh mungil yang kakinya mendadak gemetar.

"B-barra," gumamnya gemetar ketakutan, menatap laki-laki yang wajahnya penuh dengan luka lebam, juga plester di pelipisnya.

Alea baru masuk hari ini setelah lima hari kembali izin tidak hadir di sekolah. Harapannya, ia dapat menjalani hari-hari di sekolah dengan baik tanpa mendapatkan tekanan dari memikirkan masalah yang tengah dihadapi akhir-akhir ini.

Namun sepertinya, harapannya luruh ketika melihat wajah emosi Barra. Cowok itu seperti hendak menerkamnya hidup-hidup. Alea tidak mampu menghadapi dia seorang diri. Dia butuh sosok untuk melindunginya dari Barra yang ia anggap sebagai ancaman.

Napas laki-laki itu memburu melihat Alea yang nampak ketakutan secara reflek memundurkan tubuhnya perlahan. Padahal jarak mereka terbilang cukup jauh.

"Bitch! Hoax apa yang udah lo sebar, hah?!"

Suaranya menggelegar, mengisi keheningan, semakin membuat nyali wanita itu menciut.

Barra yang tadinya berdiri di dekat pintu lalu berjalan cepat menghampiri Alea. Lekas-lekas Alea semakin mundur hingga dirinya terpojok di sudut ruangan.

Bruakk!

Kakinya kembali menendang meja yang dia lewati sampai meja itu menggebrak dinding.

Sesampainya di depan Alea, ia mendorong kasar perempuan yang hendak berlari hingga punggungnya menabrak dinding. Tingkahnya terlalu kasar pada seorang perempuan. Alea bahkan sempat memekik, merasakan nyeri pada punggungnya.

"Lo tau sama siapa lo cari masalah, hm?" Ia bertanya pelan dengan penuh penekanan, menatap ke bawah dimana Alea hanya berani menunduk.

"JAWAB, BODOH!" Kesabarannya yang tidak lebih tebal dari selembar tissue mulai terkikis. Tangannya yang tadi mengunci tubuh Alea dalam kungkungannya mulai berani meraih dagu wanita itu, mencengkeramnya, memaksa agar ia mau menatapnya.

Tangisnya tak terbendung lagi. Air matanya mengalir deras. Ia meronta, namun Barra tak mempedulikannya. Pria ini kasar, dan ia tidak biasa dikasari.

"Bilang sama gue apa rencana lo sama kakak lo yang sama bodohnya itu! Jawab bangsat! Cuih! Gak sudi gue punya anak dari pelacur kayak lo!" Dia meludah kasar, mengumpat sesukanya, menghina semaunya.

PLAKK!

"BIADAB!" Alea tak tahu ia mendapat keberanian darimana sampai berani mengumpati bahkan menampar Barra yang terang-terangan merendahkannya.

Rahang cowok itu mengeras. Tubuhnya bergetar menahan ledakan amarahnya. Tangannya terangkat hendak melayangkan pukulan yang mungkin akan lebih kencang dari Alea menamparnya tadi.

ALEA'S Journey Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang