🍉 What Happened to Her?

17.7K 635 11
                                        

Play list: Moonwalk ~ WayV

[Yang belum follow, sabi kali follow wk. Vote komen jgn forget.]

Widih malam tahun baru.
Happy new year kalian:v
Sekuat apapun kalian di 2022, author harap kalian lebih kuat dan bahagia di 2023 /tepuk tangan.

08|| WHAT HAPPENED TO HER?

Berhasil menggendong Alea menjauh dari kerumunan, Sendy mendudukkan Alea di kursi belakang, sedangkan ia duduk di sampingnya sambil berusaha menenangkan sang adik yang masih terlihat panik tanpa ia ketahui apa penyebabnya.

"Lea tenang, ini Kak Sendy, kamu kenapa sih hm?" Sendy mengusap peluh yang bercucuran membasahi pelipis Alea.

Alea masih menangis, menenggelamkan kepalanya di lipatan lutut seraya terus menggeleng seolah menepis tangan Sendy yang berusaha mengelus dahi serta rambutnya.

"Pergi! Hiks. Nggak mau!" Alea meraung, memukul keras tangan kakaknya yang berusaha meraih tangannya.

Meski dari jurusan psikologi, Sendy juga bingung jika diperhadapkan dengan situasi seperti ini. Adiknya tak mau diajak berbicara. Bagaimana caranya dia tahu apa yang membuat Alea histeris mendadak?

"Lea astaga, ini Kak Sendy, kakak salah apa sampe kamu suruh pergi?" Cowok itu ikut frustasi, mengacak rambutnya sambil tetap memperhatikan Alea.

"Kak Sendy!"

Mendapati sebuah suara memanggilnya, Sendy menoleh ke belakang. Alvino datang dengan wajah panik yang begitu kentara.
"Alea kenapa?" tanyanya menengok ke dalam. Sendy turun, memberikan akses untuk Alvino dapat melihat lebih jelas kondisi Alea.

"Pergi! Hiks jangan pegang! Nggak mau! Nggak! Nggak boleh!"

"ALEA INI KAK VINO!" Alvino berteriak, menangkup wajah sembab Alea dengan ke-dua tangannya. "Tenang, okey? Ini Kak Vino," ucapnya lebih tenang, tetap menatap dalam mata Alea.

Meski masih sesenggukan, Alea tak lagi menggelengkan kepala atau menepis tangan Alvino. "Alvino? Iya? Ini Alvino?" tanyanya.

Alvino mengangguk cepat. "Iya ini Alvino, kamu kenapa sih? Kenapa hm? Jangan takut." Tangannya mengusap dahi serta pelipis Alea yang berkeringat. Dirapikannya rambut Alea yang berantakan karena terus dijambak. Anak-anak rambutnya diselipkan ke belakang telinga.

Sendy yang melihat itu cukup terperangah. Dari tadi dia berusaha menenangkan dengan berbagai kalimat tapi Alea masih tak mau tenang. Nampaknya dia harus belajar banyak dari Alvino.

"Dia, hiks. Dia kemarin malam." Alea kembali menggeleng, tak mau meneruskan kalimatnya. Meski ke-dua tangannya menangkup wajah Alea, adiknya itu tetap berhasil memberontak.

Sendy mencegah Alvino yang hendak kembali memaksa Alea menjelaskan. Cowok itu menarik Alvino agar keluar. "Kita pulang aja, jangan dipaksa di sini. Barangkali nanti kalau udah di rumah dia mau tenang terus cerita."

Alvino meraup wajahnya frustasi. Kekalahannya tak lebih membuatnya stress dan khawatir dibanding kondisi terkini Alea. "ya udah kita balik, gue duduk di belakang temenin Alea."

Sendy mengangguk setuju. Lekas-lekas ia mengitari mobilnya lalu masuk menempati kursi kemudi. Di belakang, Alvino masih berusaha merangkul tubuh Alea, mengusap lengan gadis itu agar dia merasa aman dan tak terancam. Pasalnya, dari yang Alvino lihat, Alea seolah tengah menghindari seseorang karena takut dilukai.

ALEA'S Journey Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang