🍉 I'm Done

17K 625 165
                                        

Song List: Karma - Shanna Shannon.

“Kamu terlalu tahu lemah aku. Mencintaimu dan mudah maafkan. Hanya bila, nanti kamu terluka, seperti yang kurasakan. Anggaplah ini karmamu."

~ S H A N N A  S H A N N O N ~

"Laki-laki akan berubah menjadi semena-mena saat dia tahu dia dicintai dengan begitu tulus."
.Azalea.

Gweh double up, tapi pesen gweh cuma satu: jangan emosi😃👍

47 || I'M DONE.

Saat menyiapkan sarapan untuk Barra yang sebentar lagi harus pergi ke kampusnya, Alea memperhatikan cowok itu seperti gusar. Beberapa kali Alea menangkap Barra tengah menatapnya, namun begitu ia balas menatap, cowok itu justru membuang muka.

Meletakkan roti bakar selai coklat kesukaan Barra di hadapan orangnya, Alea lalu menghela napas panjang. "Mau ngomong apa?" tanyanya to the point.

Dengan segera Barra melahap roti buatan Alea yang selalu sesuai dengan seleranya. Hari ini tepat seminggu setelah pertunangan Barra dan Amara malam itu. Barra pun sudah memboyong Alea untuk kembali ke apartemennya.

"Bicara atau nggak sama sekali," tegas Alea saat Barra hanya terus menunduk melahap roti bakar buatannya.

Sudah seminggu pula Alea menjaga jarak dengannya. Meski perempuan itu tetap menyiapkan segala keperluannya, Alea tetap tak sehangat dulu. Saat ia berbuat salah, Alea tak lagi menegurnya dan hanya mengabaikan.

"Lo kenapa diemin gue?" gumamnya menunduk lesu. Bibirnya mengunyah dengan gerakan perlahan roti bakar yang baru ia gigit sedikit. Rasa roti bakar yang sebenarnya sangat ia sukai pun jadi terasa hambar.

Alea duduk, melirik Barra yang masih menunduk di seberangnya. Sesekali, tangannya mengusap bibirnya yang belepotan selai coklat.

"Kenapa lo nggak marahin gue lagi kalau kebanyakan ngerokok?"

Alea diam, memberi waktu pada Barra untuk meluapkan semua yang ia pendam sampai membuatnya jadi diam, tak berani mengajaknya berbicara. Ini benar-benar bukan image Barra yang dulu yang selalu membentak dan berkata kotor padanya. Sejak kapan Barra takut dengannya?

"Kenapa lo nggak keringin rambut gue lagi kalau gue abis keramas?" Barra mendongakkan kepalanya, menatap pilu ke arah Alea. Perempuan itu menemukan penyesalan dalam sorot mata Barra. Namun entahlah, Alea masih enggan kembali peduli.

Entah sudah yang ke berapa, Alea hanya bisa menghela napas panjang. Obrolan Barra membuatnya terpaksa mengingat kenangan-kenangannya bersama laki-laki itu. Alea pun tak rela jika semua kenangan manisnya harus berakhir hingga ia tak bisa melakukan hal-hal kecil itu lagi.

Barra rindu Alea mengomel karena ia tidak mengeringkan rambutnya sehabis keramas hingga tetesan airnya membasahi lantai kamar. Lalu perempuan itu akan mengambil handuk kecil, mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut.

"Gue nggak main-main sama lo. Lo harusnya percaya itu."

"Gue nggak bohong Alea," ucapnya terlihat bersungguh-sungguh. "Gue udah pernah bilang waktu itu, lo cuma perlu percaya sama gue. Lo cuma perlu dengerin gue, bukan orang lain."

"Aku nggak dengar orang lain, Barra," bantah Alea dengan lesu. "Aku masih selalu dengerin kamu. Tapi selain mendengar, aku juga bisa melihat."

"Yang aku lihat selalu bertentangan sama apa yang aku dengar. Kenapa kamu cuma nyalahin aku yang nggak percaya sama kamu?"

ALEA'S Journey Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang