🍉 After Accident

23.8K 709 15
                                        

[ Jangan lupa nyalain data sebelum vote. Tinggalkan jejak juga🐣]

06 || AFTER ACCIDENT

Pukul tiga dini hari, Alea terbangun dari tidur singkatnya. Meski singkat, ia sangat membenci tidur itu karena mimpi di dalamnya yang terasa sangat mengerikan. Mimpi buruk yang terlihat begitu nyata. Mimpi yang meski hanya terjadi di tidur yang singkat, namun rasanya sangat lama.

Dia senang karena doanya akhirnya terkabul. Mimpi buruknya sudah berakhir. Kesadarannya sudah sepenuhnya kembali, dan semuanya pasti akan baik-baik saja.

Dahinya mengerut dalam ketika merasakan perih di pangkal pahanya sampai kakinya terasa sulit digerakkan lantaran keram.

"I-ini, kenapa aku nggak pakai baju," gumam Alea pelan dengan bibir gemetar begitu ia menyadari kondisi tubuhnya yang tak terbalut sehelai benang pun. Napasnya tercekat, takut jika yang ia alami semalam bukan sekedar mimpi.

Alea menggeleng cepat untuk menepis berbagai pemikiran buruk yang tiba-tiba muncul di otaknya. Ini pasti salah paham. Tadi malam mimpi, Alea yakin itu.

Untuk beberapa saat, ia hanya terus meyakinkan diri bahwa itu semua hanya mimpi. Sampai ia sadar bahwa ia tak sendirian di ruangan ini, keyakinan Alea seolah luruh.

Dengkuran halus khas seorang laki-laki mengalihkan perhatian Alea. Ia menoleh ke samping, mendapati seorang laki-laki tengah tertidur tengkurap dengan tanpa busana, sama sepertinya.

Jantungnya berdegup kencang. Tangisnya kembali terdengar, meraba tubuhnya yang ia anggap kotor.

Alea memandangi punggung kokoh laki-laki yang semalam menghancurkan mahkotanya. Ada tatto kupu-kupu berukuran kecil di belakang pundaknya.

Tangannya meraih selimut untuk ia remas sebagai pelampiasan emosi. Tangisnya tak dapat ia redam sampai isakannya terdengar memenuhi ruangan.

Alea bangkit, menahan perih di pangkal pahanya untuk dapat berjalan menggapai gaunnya yang tercecer di dekat pintu, sedangkan dalamannya jatuh di dekat kolong ranjang.

Ia mengenakan gaun yang tidak bisa sepenuhnya menutupi bagian tubuhnya yang atas, dimana terdapat banyak kissmark di sepanjang leher sampai bahu, juga lebam-lebam di sisi tubuhnya.

Sesak di dada tak dapat ia tahan. Takut, cemas, kecewa, semua bercampur menjadi satu. Memungut kemeja hitam milik lelaki penghancur itu, Alea mengenakannya untuk menutupi tubuh atasnya. Baju tersebut terlihat kebesaran di tubuhnya, namun itu justru lebih baik. Dengan begitu, aib aib di tubuhnya tidak terpampang begitu saja. Gaunnya yang sobek di bagian depan tertolong oleh kemeja itu.

"Aku sumpahin, Tuhan yang bales," desis Alea, meremas kuat kemeja hitam yang melekat di tubuhnya seraya melempar tatapan penuh kebencian pada laki-laki yang tak ia ketahui itu.

Dengan langkah tertatih, Alea keluar dari kamar yang menjadi saksi bisu kehancurannya semalam.

Apa yang harus ia katakan pada orang tua serta semua saudaranya ketika ia tiba di rumah nanti? Apa penjelasannya perihal tidak pulangnya ia semalaman? Dimana ia bermalam?

"Mama maafin aku," lirihnya, memegang erat knop pintu dengan tangan gemetaran. Ia menoleh ke belakang untuk melihat laki-laki yang masih terlelap itu. Batinnya memohon pada Tuhan agar ini pertama dan terakhir ia bertemu laki-laki itu.

ALEA'S Journey Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang