Malam ini semua persiapan sudah di selesaikan, bahkan ina bersyukur karena arga sibuk dengan kampusnya beberapa hari ini sehingga tidur di rumah reza sahabatnya dan ina bersmaa teman temannya bisa leluasa untuk menghias rumah.
Dan sampai saat ini pun jejes belum tau akan ada kejutan ulang tahun untuk arga, yang dia tahu adalah ina mengajaknya makan malam bersama malam ini dan jejes setuju setuju aja. Apalagi makanan gratis ya dia auto ngga nolak.
"Malam" sapa alvin yang datang membawa rizal di sampingnya. Terlihat keke yang kaget di sudut ruangan namun langsung mengubah ekspresi kagetnya.
"Malam juga" balas ina yang sedang sibuk membereskan semua yang masih pergi di rapikan.
"Cape na?" Tanya alvin mendekati ina dan meinggalkan rizal.
Ina hanya mengangguk sebagai jawaban
"Udah makan belum?" Tanya alvin lagi sambil membantu ina.
"Belum heheh" ina malah nyengir tanpa dosa.
"Yah, kenapa ayo makan dulu. Aku laper" ajak alvin ke dapur.
"Ye onta, ternyata karena dia laper toh" kesal ina dan mulai jalan ke dapur.
"Hai" sapa rizal ke arah ica yang sedang berantem sedari tadi denga ucup.
"Hai kak!" Balas ica semangat.
"Ekhem, hai kak" sapa ucup juga.
"Gimana persiapannya? Btw gua belum kenal nih sama yang ultah, si alvin malah bawa bawa gua aja" jelasnya dan mulai melihat sekeliling.
Keke yang berada di sudut ruangan hanya mencoba menghindar dan berdoa semoga ia tidak terlihat oleh rizal. Mengingat ucapan alvin beberapa hari lalu, hal itu masih mengusik pikirannya.
"Kak sstt" ica mulai beraksi.
"Kenapa ca?" Tanya rizal dan sedikit mendekat ke arah ica.
"Iiihh jangan dkt dkt banget dong kaa" ujar ica memulai dramanya.
"Loh,, kan tadi lu manggil" balas rizal bingung.
"Tapi kakak tuh mepet mepet ke aku, kasian tau ucup cemburu" ujarnya lagi sambil menyungging senyum.
"Gapapa sayang, aku percaya kok sama kamu, kalau kamu ga bakalan pindah ke lain hati" balas ucup alay!. Nahkan pasangan ini emang susah di tebak.
"Aaaaa tambah sayang deh" ica ikutan alay. Dan mereka malah peluk pelukan di depan rizal.
Rizal hanya mengerutkan keningnya bingung, sebenarnya alvin kenapa betah berteman dengan menusia manusia seperti ini. Ia mulai mengedarkan pandangannya lagi dan merasa ada yang kurang. Kenapa keke tidak ada di sini?.
"Malammmm" teriakan jessica terdengar dari pintu depan.
"Eh zal, sambut kak jejes dulu ya. Ini lagi ribet" ujar ica dan melanjutkan lagi pekerjaannya.
"Oke, gua harus ngapain?" Tanya rizal.
"Ajak bicara aja dulu" balas ica dan rizal beranjak dari tempatnya untuk menemui jejes.
"Malam ka" ucap rizal sopan.
"Loh kamu siapa? Aku baru pertama kali liat kamu" balas kak jejes bingung.
"Hahaha, kenalin, rizal yang tampan" dia mengulurkan tangannya kehadapan jejes.
"Ohhh tampan? Iya sih" setuju jejes dan membalas uluran tangan rizal.
"Duduk dulu kak, mereka lagi siap siap di belakang" rizal menarik tangan jejes untuk duduk di sofa tamu.
"Eh, siapin apa?" Tanya jejes.
KAMU SEDANG MEMBACA
BECAUSE IT'S YOU [END]
Fiksi Remajakenapa rasa sayang bisa terbagi? bagaimana mencegah rasa sayang tersebut agar tak ada yang tersakiti? kenapa seseorang harus di berikan pilihan yang sangat sulit... ayo baca^^
![BECAUSE IT'S YOU [END]](https://img.wattpad.com/cover/216091208-64-k830830.jpg)